Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga rumah baru di China masih melanjutkan penurunan pada April 2026, namun laju penurunannya menjadi yang paling lambat dalam satu tahun terakhir.
Data resmi yang dirilis Senin (18/5/2026) memberi sinyal awal adanya perbaikan di sektor properti, meski permintaan perumahan masih lesu.
Berdasarkan perhitungan Reuters dari data Biro Statistik Nasional China, harga rumah baru turun 0,1% pada April dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Sidang Pemakzulan Sara Duterte Dimulai, Politik Filipina Kian Memanas
Penurunan ini lebih kecil dibanding kontraksi 0,2% pada Maret dan menjadi pelemahan bulanan paling ringan sejak April tahun lalu.
Meski demikian, secara tahunan harga rumah baru masih turun 3,5%, lebih dalam dibanding penurunan 3,4% pada Maret. Ini juga menjadi penurunan tahunan terbesar dalam 11 bulan terakhir.
Data tersebut mencerminkan bahwa pasar properti China masih menghadapi tekanan meski berbagai kota telah meluncurkan kebijakan untuk mendorong penjualan rumah dan memperbaiki sentimen pasar.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Jatuh ke Level Terendah 1,5 Bulan akibat Lonjakan Harga Minyak
Pemerintah daerah di berbagai wilayah sebelumnya telah menggulirkan sejumlah stimulus, termasuk pelonggaran aturan pembelian rumah dan dukungan pembiayaan, guna menopang sektor properti yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu titik lemah perekonomian China.
Namun, lemahnya permintaan masyarakat dan ketidakpastian ekonomi masih membatasi pemulihan pasar perumahan di negara tersebut.













