Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga rumah baru di China kembali mencatat penurunan pada Januari 2026, menandakan lemahnya permintaan yang terus membebani sektor properti dan pengembang yang tengah menghadapi tekanan likuiditas.
Berdasarkan perhitungan Reuters dari data National Bureau of Statistics of China (NBS) Jumat (13/2/2026), harga rumah baru turun 0,4% secara bulanan (month-on-month), sama seperti penurunan pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Yen Menuju Kinerja Mingguan Terbaik dalam 15 Bulan Usai Kemenangan Takaichi
Secara tahunan (year-on-year), harga merosot 3,1% pada Januari, lebih dalam dibandingkan penurunan 2,7% pada Desember dan menjadi pelemahan paling tajam dalam tujuh bulan terakhir.
Sinyal Permintaan Masih Lemah
Penurunan berkelanjutan ini mencerminkan lemahnya sentimen pembeli di tengah ketidakpastian ekonomi dan krisis likuiditas yang masih membayangi sejumlah pengembang properti.
Baca Juga: Jepang Percepat Negosiasi dengan AS untuk Realisasi Paket Investasi US$550 Miliar
Sektor properti China, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut, masih bergulat dengan tingginya utang, perlambatan penjualan, serta kepercayaan konsumen yang belum pulih sepenuhnya.
Kondisi ini berpotensi memperpanjang tekanan terhadap arus kas pengembang dan menahan pemulihan ekonomi domestik China dalam jangka pendek.













