kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Produktivitas Pekerja Amerika Serikat (AS) Melambat pada Kuartal IV 2025


Kamis, 05 Maret 2026 / 21:31 WIB
Produktivitas Pekerja Amerika Serikat (AS) Melambat pada Kuartal IV 2025


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Produktivitas pekerja di Amerika Serikat (AS) melambat pada kuartal keempat 2025, meskipun tren pertumbuhan secara keseluruhan masih tergolong solid dan membantu menahan kenaikan biaya tenaga kerja.

Data dari Bureau of Labor Statistics di bawah U.S. Department of Labor yang dirilis Kamis (5/3/2026) menunjukkan, produktivitas sektor nonpertanian (nonfarm productivity) yang mengukur output per jam kerja naik pada laju tahunan 2,8% pada kuartal terakhir tahun lalu.

Baca Juga: Konflik AS–Iran Memuncak: Kapal Iran Tenggelam, Harga Minyak Melejit

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,2% pada kuartal ketiga, yang telah direvisi naik dari laporan sebelumnya.

Meski melambat, capaian ini masih lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memproyeksikan pertumbuhan produktivitas sebesar 1,9%.

Biro Statistik Tenaga Kerja juga merevisi sedikit naik data produktivitas kuartal kedua menjadi 4,2%, dari sebelumnya 4,1%.

Secara tahunan, produktivitas meningkat 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara untuk keseluruhan tahun 2025 tercatat tumbuh 2,2%.

Laporan ini sempat mengalami penundaan akibat penutupan sementara pemerintahan (government shutdown) di AS tahun lalu.

Perlambatan produktivitas pada kuartal keempat sejalan dengan melambatnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Israel Siapkan Serangan Fase Kedua Perang, Targetkan Situs Rudal Bawah Tanah Iran

Ekonomi AS hanya tumbuh pada laju 1,4% pada kuartal tersebut, turun dari 4,4% pada kuartal Juli–September.

Sejumlah ekonom memperkirakan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) secara cepat dalam beberapa tahun ke depan berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya tenaga kerja.

Sementara itu, biaya tenaga kerja per unit (unit labor costs) yang mencerminkan biaya tenaga kerja untuk setiap unit output naik pada laju tahunan 2,8% pada kuartal keempat, setelah sebelumnya turun 1,8% pada kuartal ketiga.

Para ekonom sebelumnya memperkirakan biaya tenaga kerja akan meningkat 2,0%, setelah sempat turun 1,9% pada laporan awal kuartal sebelumnya.

Pada kuartal kedua, biaya tenaga kerja tercatat turun 2,9% dan angka tersebut tidak mengalami revisi.

Secara tahunan, biaya tenaga kerja meningkat 1,3%, sementara untuk keseluruhan tahun 2025 naik 1,9%.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×