kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.781   -69,00   -0,41%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Amerika Serikat (AS) Dibekukan Badai Musim Dingin, Suhu Anjlok hingga Minus 50°F


Senin, 26 Januari 2026 / 08:15 WIB
Diperbarui Senin, 26 Januari 2026 / 08:17 WIB
Amerika Serikat (AS) Dibekukan Badai Musim Dingin, Suhu Anjlok hingga Minus 50°F
ILUSTRASI. Badai Musim Dingin di Amerika Serikat (via REUTERS/Matt Stone)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Badai musim dingin kuat melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) pada Minggu (25/1/2026), membawa kombinasi salju lebat, hujan es, dan hujan beku yang melumpuhkan dari Lembah Ohio dan wilayah mid-South hingga New England.

Kondisi tersebut diperparah oleh udara Arktik yang sangat dingin yang mencengkeram sebagian besar wilayah AS di timur Pegunungan Rocky.

Peringatan badai musim dingin dikeluarkan untuk hampir sepertiga wilayah timur AS yang mencakup sekitar 118 juta penduduk.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Landa AS, Dilanda Salju Tebal dan Pemadaman Listrik

Gelombang udara dingin ekstrem ini membebani pasokan energi di sejumlah wilayah, sementara Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service) memperkirakan gangguan perjalanan yang meluas dan berkepanjangan.

Sekitar 157 juta warga AS diperingatkan untuk bersiap menghadapi suhu dingin ekstrem, mulai dari suhu di bawah nol derajat Celsius di sepanjang perbatasan Kanada hingga suhu di bawah titik beku yang menjangkau wilayah selatan hingga Teluk Meksiko.

Hembusan udara Arktik tersebut disertai angin kencang yang menyebabkan suhu terasa (wind chill) ukuran dingin berdasarkan laju hilangnya panas tubuh turun hingga minus 50 derajat Fahrenheit di wilayah Dataran Utara.

Baca Juga: Ringgit Tembus RM4/USD: Terkuat Sejak 2018, Ada Apa di Baliknya?

Salju Tebal dan Es Membeku

Salju terberat, dengan ketebalan mencapai sekitar 30 sentimeter atau lebih sejak badai mulai berkembang pada Jumat, tercatat pada Minggu di beberapa wilayah Colorado, Illinois, Indiana, Missouri, New Jersey, New York, dan Pennsylvania.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan pihaknya telah mengerahkan pasukan Garda Nasional di New York City, Long Island, dan Hudson Valley untuk membantu penanganan darurat badai di negara bagian tersebut.

Serangan salju, es, dan angin berdampak besar pada penerbangan. Maskapai penerbangan utama terpaksa membatalkan lebih dari 11.000 penerbangan di seluruh AS yang dijadwalkan pada Minggu, menurut layanan pelacak industri penerbangan FlightAware.com.

Bandara Ronald Reagan National di Virginia utara, tepat di seberang Sungai Potomac dari Washington, praktis ditutup sepenuhnya.

Bandara lain yang melayani kota-kota besar, termasuk New York, Philadelphia, dan Charlotte di North Carolina, mencatat pembatalan sedikitnya 80% dari total penerbangan hari Minggu, berdasarkan data FlightAware.

Baca Juga: Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?

Pemadaman listrik meluas di wilayah selatan AS, di mana hujan beku membentuk lapisan es setebal hingga 2,5 sentimeter, merobohkan dahan pohon dan jaringan transmisi listrik.

Lebih dari 1 juta rumah dan bisnis di delapan negara bagian, dari Texas hingga Carolina, sempat kehilangan aliran listrik pada puncak badai Minggu. Tennessee menjadi wilayah paling terdampak, menyumbang sekitar sepertiga dari total pemadaman.

Hingga pukul 19.05 waktu setempat (0005 GMT), sekitar 959.000 pelanggan listrik masih mengalami pemadaman, menurut data PowerOutage.us.

Pemerintah Federal dan Negara Bagian Tetapkan Status Darurat

Di sejumlah wilayah mid-Atlantic, salju lebat pada pagi hari berubah menjadi hujan es dan hujan beku, memperparah kondisi berkendara dan menyulitkan petugas kebersihan jalan untuk membersihkan permukaan jalan secara aman.

Baca Juga: Emas Hampir Sentuh US$ 5.000 dan Perak Bersinar: Apa Pemicu Lonjakan Aset Aman Ini?

Badan Cuaca Nasional melaporkan penumpukan es tebal di wilayah pedalaman sepanjang pesisir timur AS hingga ke selatan Atlanta, seiring sistem tekanan rendah yang memicu badai bergerak melintasi Pegunungan Appalachian.

Menyebut badai ini sebagai “bersejarah”, Presiden Donald Trump pada Sabtu menyetujui deklarasi darurat bencana federal untuk sekitar selusin negara bagian, terutama di wilayah mid-South. Sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia juga menetapkan status darurat cuaca.

Departemen Energi AS pada Sabtu mengeluarkan perintah darurat yang mengizinkan Electric Reliability Council of Texas mengerahkan sumber pembangkit cadangan di pusat data dan fasilitas besar lainnya guna membatasi potensi pemadaman listrik di negara bagian tersebut.

Pada Minggu, Departemen Energi juga mengeluarkan perintah darurat serupa untuk operator jaringan listrik PJM Interconnection di wilayah mid-Atlantic.

Meski sistem badai diperkirakan bergerak menjauh dari Pantai Timur menuju Samudra Atlantik pada Senin, gelombang udara Arktik tambahan diprediksi akan menyusul, memperpanjang periode suhu dingin ekstrem dan kondisi berlapis es dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Tanggapi Trump, PM Kanada Tegaskan Tidak Membuat Kesepakatan Dagang dengan China

“Situasi badai ini cukup unik karena suhu dingin akan bertahan cukup lama,” kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dalam program Fox News Sunday Briefing.

“Es yang sudah terbentuk akan membuat jaringan listrik tetap terbebani, bahkan jika tidak langsung roboh.”

Selanjutnya: Lonjakan Harga Emas Meniup Angin Segar ke Arah Emiten, Saham Boy Thohir Paling Cuan

Menarik Dibaca: Momen Gajian Lebih Hemat, Promo Subway Payday Deals Tawarkan Beli 1 Gratis 1 Delivery




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×