kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?


Senin, 26 Januari 2026 / 05:25 WIB
Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?
ILUSTRASI. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dilaporkan bersembunyi di bunker bawah tanah. Pejabat keamanan memperingatkan risiko serangan AS. (REUTERS/Morteza Nikoubazl)


Sumber: Jerusalem Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan berpindah ke bunker bawah tanah yang diperkuat dengan jaringan terowongan di Teheran. Langkah ini diambil setelah para pejabat keamanan dan militer senior Iran memperingatkan meningkatnya kemungkinan serangan Amerika Serikat.

Laporan tersebut disampaikan media oposisi Iran, Iran International, pada Sabtu sore waktu setempat.

Melansir The Jerusalem Post, menurut laporan itu, Masoud Khamenei, yang merupakan putra ketiga Ayatollah Khamenei, kini mengambil alih pengelolaan tugas-tugas harian pemimpin tertinggi Iran. Ia disebut menjadi saluran utama komunikasi antara Khamenei dan cabang eksekutif pemerintahan rezim Iran.

Penilaian Iran bahwa risiko serangan Amerika Serikat meningkat muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal-kapal perang Amerika sedang bergerak menuju perairan dekat Iran.

Baca Juga: Aksi Jenderal Xi Jinping: Teman Masa Kecil Pun Dicopot, Ada Apa di Militer China?

Trump: Kapal Perang AS Menuju Iran

“Kami memiliki banyak kapal yang bergerak menuju Iran,” kata Trump pada Jumat. Ia menambahkan bahwa dirinya “berharap kapal-kapal itu tidak perlu digunakan.”

Masih pada hari yang sama, seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai “perang total”. Pernyataan ini merupakan pesan yang berulang kali disampaikan Teheran dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pada Selasa, kantor berita Iranian Students News Agency (ISNA), mengutip komisi keamanan nasional parlemen Iran, melaporkan bahwa setiap serangan terhadap Ayatollah Khamenei akan memicu deklarasi jihad.

Pada Minggu sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan bahwa serangan AS terhadap Khamenei “sama artinya dengan perang terbuka melawan bangsa Iran”.

Ketegangan Kembali Meningkat

Spekulasi soal kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap rezim Iran sempat mereda pekan lalu, ketika Trump memberi sinyal mundur dengan menyebut bahwa pembunuhan dalam penindakan keras Iran terhadap demonstrasi nasional mulai berkurang dan tidak ada rencana eksekusi massal.

Namun, laporan mengenai kekerasan aparat Iran terhadap para pengunjuk rasa terus bermunculan, meskipun negara itu memberlakukan pembatasan dan pemadaman internet.

Tonton: Dianggap Gangguan Mental, Seruan Pemakzulan Trump Menguat

Sebagai respons, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Jumat menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap demonstran.

Sementara itu, kelompok pemantau hak asasi manusia berbasis di AS, HRANA, melaporkan bahwa hingga Sabtu dini hari jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Iran telah mencapai 5.137 orang, meski angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Selanjutnya: Penjajakan Investasi Danantara di Davos Menuai Atensi




TERBARU

[X]
×