kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Rupiah Terpuruk ke Rekor Terendah, Mata Uang Asia Kompak Melemah terhadap Dolar AS


Senin, 18 Mei 2026 / 09:47 WIB
Rupiah Terpuruk ke Rekor Terendah, Mata Uang Asia Kompak Melemah terhadap Dolar AS
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah terpuruk ke level terendah sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (18/5/2026), seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tekanan di pasar keuangan global.

Melansir Reuters berdasarkan data perdagangan pukul 02.20 GMT, rupiah berada di level Rp 17.650 per dolar AS, melemah 1,08% dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp 17.460 per dolar AS.

Baca Juga: Data April Mengecewakan, Mesin Ekonomi China Mulai Kehabisan Momentum

Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia pada hari itu.

Tekanan terhadap mata uang Asia terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global akibat lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

Selain rupiah, won Korea Selatan melemah 0,52% ke level 1.505,4 per dolar AS. Dolar Taiwan turun 0,22%, sementara peso Filipina terkoreksi 0,25%.

Yen Jepang juga melemah tipis 0,09% ke level 158,9 per dolar AS. Sementara itu, ringgit Malaysia turun 0,70% dan yuan China melemah 0,05%.

Secara year to date sejak awal 2026, rupiah telah melemah sekitar 5,55% terhadap dolar AS.

Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

Pelemahan terdalam di kawasan tercatat pada rupee India yang turun 6,35%, disusul peso Filipina 4,68% dan won Korea Selatan 4,38%.

Di sisi lain, beberapa mata uang masih mencatat penguatan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini, seperti yuan China yang menguat 2,50% dan ringgit Malaysia yang naik 2,04%.

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, terutama Federal Reserve (The Fed), di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi global.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×