kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ekonomi ASEAN Terancam, US$ 13,1 Miliar Pajak Hilang Akibat Rokok Ilegal


Senin, 18 Mei 2026 / 22:06 WIB
Ekonomi ASEAN Terancam, US$ 13,1 Miliar Pajak Hilang Akibat Rokok Ilegal
ILUSTRASI. Pasar tembakau ilegal di seluruh ASEAN-6 menghasilkan pendapatan sekitar US$ 12,6 miliar (TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - MANILA. Pasar tembakau ilegal tumbuh signifikan di kawasan ASEAN. Temuan ini tertuang dalam laporan yang dipublikasikan EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) dan Euromonitor International bertajuk Inside ASEAN’s Illicit Tobacco Market: Data, Trends, and Emerging Patterns, Senin (18/5/2026).

Menurut laporan tersebut, pangsa pasar ilegal gabungan rokok dan e-vape diproyeksikan meningkat dari 24% pada 2025 menjadi 28% pada 2028 di seluruh ASEAN-6. Besarnya pasar tembakau ilegal ini mengurangi pendapatan pajak yang sangat dibutuhkan pemerintah.

Kondisi ini terjadi di saat Asia Tenggara menghadapi guncangan ekonomi dan rantai pasokan yang dipicu oleh krisis Timur Tengah, yang menekan anggaran pemerintah. Dus, perdagangan tembakau ilegal menjadi risiko strategis bagi ambisi pertumbuhan ASEAN.

Baca Juga: Kerugian Pulunan Triliun Rupiah dari Rokok Ilegal, Ancaman Bagi Program Prioritas

Menurut temuan EU-ABC, di seluruh ASEAN-6, tembakau ilegal mengakibatkan total kerugian pendapatan pemerintah mencapai US$ 13,1 miliar selama dua tahun terakhir, atau setara Rp 231,42 triliun.

Di saat yang sama, pasar tembakau ilegal di seluruh ASEAN-6 menghasilkan pendapatan sekitar US$ 12,6 miliar, setara Rp 222,59 triliun, di periode 2024–2025. Penjualan rokok ilegal meningkat sebesar 14% dan penjualan e-vape ilegal melesat 24% hanya dalam satu tahun terakhir.

Permintaan tembakau ilegal juga meningkat, didorong harga yang lebih rendah dan meningkatnya aksesibilitas produk ilegal. Sementara pasokan produk ilegal ini difasilitasi jalur perdagangan ASEAN yang luas dan saling terhubung, di saat kontrol rantai pasokan yang tidak merata.

Baca Juga: Meski Populasi India Capai 1,4 Miliar, Sekutu Modi Desak Peningkatan Jumlah Kelahiran

Temuan ini hanya mewakili sebagian kecil dari tantangan perdagangan ilegal yang lebih luas yang dihadapi kawasan ini. Laporan EU-ABC sebelumnya memperkirakan pasar perdagangan ilegal ASEAN yang lebih luas mencapai US$ 35 miliar.

“Jika dibiarkan tanpa pengawasan, perdagangan ilegal dapat membahayakan masa depan ekonomi ASEAN sebagai mesin pertumbuhan global,” kata Direktur Eksekutif EU-ABC Chris Humphrey dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Laporan EU-ABC mendapati, meskipun pertumbuhan rokok ilegal diperkirakan akan menurun selama tiga tahun ke depan, e-vape ilegal akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat, hampir 9% setiap tahun. Proyeksi tersebut naik dari sekitar 7% pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Rokok Ilegal Naik 41%, Bea Cukai Tindak 15.800 Kasus hingga Oktober 2025

Rokok ilegal sebagian besar diproduksi di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Kamboja, dengan pasokan tambahan dari China. Jaringan ilegal memanfaatkan Zona Perdagangan Bebas di kawasan ini untuk menghindari bea cukai dan pengawasan peraturan, dengan memindahkan barang menggunakan kapal penangkap ikan kecil.

E-vape ilegal sebagian besar diimpor dari China dan mudah disamarkan sebagai barang ritel untuk pesanan e-commerce karena ukurannya yang ringkas dan kemasan individual.

Pelabuhan-pelabuhan di dalam Zona Perdagangan Bebas dikenal sebagai pusat penyelundupan ilegal, termasuk Pelabuhan Klang di Malaysia, Zona Perdagangan Bebas Subic Bay di Filipina, Pelabuhan Laem Chabang di Thailand, juga Sabang, Batam di Indonesia.

Baca Juga: Legalisasi Rokok Ilegal Harus Dikaji Lebih Cermat

Platform online juga menjadi pendorong utama perdagangan tembakau ilegal. Penjualan rokok dan e-vape ilegal sering dilakukan melalui aplikasi pesan instan terenkripsi dan pasar media sosial. Transaksi seringkali diselesaikan secara luring, biasanya dengan uang tunai.

“Sifat desentralisasi penjualan online membuat sulit untuk menindak operasi tembakau ilegal,” kata Firdaus Muhamad, Kepala Konsultasi APAC Euromonitor International.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×