kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Perang Iran Picu Lonjakan Harga Solar, Anggaran Sekolah di AS Tertekan


Senin, 18 Mei 2026 / 11:18 WIB
Perang Iran Picu Lonjakan Harga Solar, Anggaran Sekolah di AS Tertekan
ILUSTRASI. Biaya operasional bus sekolah membengkak drastis imbas perang Iran. Distrik sekolah Yakima tambah US$213.000 per tahun. (REUTERS/Leonhard Foeger)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan harga bahan bakar diesel sejak pecahnya perang Iran menambah tekanan besar terhadap anggaran distrik sekolah di Amerika Serikat. Kenaikan biaya energi membuat operasional bus sekolah hingga generator listrik menjadi semakin mahal dan dinilai tidak akan mampu ditanggung dalam jangka panjang.

Distrik sekolah di berbagai wilayah, mulai dari Yakima di Negara Bagian Washington hingga Waco di Texas, kini terpaksa menggunakan dana cadangan darurat demi menjaga layanan transportasi siswa tetap berjalan. Sementara di Alaska yang terpencil, pejabat setempat berupaya keras memastikan pasokan bahan bakar cukup untuk menjaga listrik tetap menyala.

"Ini bukan lagi sekadar beban kecil yang menjadi pemicu terakhir, melainkan sudah seperti tumpukan jerami besar," ujar Superintendent Yakima, Trevor Greene.

Tekanan tersebut menjadi salah satu dampak lanjutan dari perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah mengganggu aliran sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, harga bahan bakar mengalami salah satu kenaikan tercepat dalam sejarah. Lonjakan harga energi tersebut mengguncang ekonomi global dan mulai menjadi tantangan politik bagi Donald Trump menjelang pemilu sela November, saat Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas tipis di Kongres AS.

Harga Diesel Melonjak Tajam

Operator bus sekolah di AS merupakan konsumen besar diesel dengan konsumsi mencapai lebih dari 800 juta galon per tahun, menurut data American School Bus Council.

Sejak Desember, harga diesel untuk armada di AS melonjak 67% menjadi US$ 5,52 per galon. Berdasarkan analisis perusahaan teknologi manajemen armada Samsara, kenaikan tersebut dapat menambah biaya operasional bus sekolah hingga sekitar US$ 1,8 miliar per tahun.

Direktur Eksekutif Association of School Business Officials International, James Rowan, mengatakan lonjakan harga yang cepat membuat sekolah kesulitan menyusun anggaran secara akurat.

Baca Juga: Produksi Batubara China Turun 1% pada April 2026, Pasokan Masih Ketat

"Distrik sekolah dapat merencanakan biaya yang lebih tinggi, tetapi perubahan harga yang sangat cepat membuat penyusunan anggaran secara akurat menjadi sangat sulit," katanya.

Menurut survei terhadap 188 pejabat sekolah yang dilakukan oleh School Superintendents Association atau AASA pada awal Mei, hampir sepertiga distrik sekolah di AS kini mengalihkan dana dari program lain untuk menutupi kenaikan biaya bahan bakar. Sementara hampir seperlima lainnya menggunakan dana cadangan atau dana darurat.

Pangkas Rute hingga Tunda Perawatan

Untuk menghemat pengeluaran, banyak distrik sekolah mulai menggabungkan rute bus, menerapkan kebijakan anti-idling atau larangan mesin menyala saat berhenti, mengubah strategi pembelian bahan bakar, menunda pekerjaan perawatan, hingga memangkas pengeluaran administrasi dan staf.

Distrik Sekolah Yakima di Washington mencatat harga diesel yang mereka bayarkan naik 64% dibanding tahun lalu menjadi US$ 6,30 per galon. Dengan harga tersebut, distrik harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar US$ 213.000 per tahun untuk mengoperasikan 60 bus sekolah.

Menurut Greene, beban itu sangat berat bagi distrik yang didominasi sektor pertanian dan memiliki tingkat kemiskinan mencapai 86%.

Sementara itu, distrik sekolah kini membeli diesel secara bertahap saat harga sedikit turun, alih-alih mengisi penuh tangki penyimpanan berkapasitas 30.000 galon.

Di Minnesota barat laut, Superintendent Thief River Falls Public Schools, Christopher Mills, mengatakan biaya diesel untuk mengangkut sekitar 800 siswa naik sekitar 30% sejak perang Iran dimulai.

Ia memperingatkan bahwa jika harga terus naik, sekolah berpotensi mengurangi layanan pendukung bagi siswa.

Alaska Hadapi Ancaman Listrik Padam

Tekanan lebih besar terjadi di Distrik Sekolah Yupiit di Alaska Barat Daya. Di wilayah tersebut, diesel bukan hanya digunakan untuk transportasi, tetapi juga untuk pemanas ruang kelas dan generator listrik komunitas.

"Jika mereka tidak dapat menghasilkan listrik, maka kami tidak bisa menjalankan sekolah," kata Superintendent Yupiit School District, Scott Ballard.

Baca Juga: China Komitmen Beli Produk Pertanian AS Senilai US$ 17 Miliar hingga 2028

Distrik yang melayani sekitar 550 siswa itu hanya memiliki waktu singkat setiap tahun untuk memasok bahan bakar karena wilayahnya tertutup es dalam sebagian besar waktu.

Kini para pemimpin distrik dihadapkan pada pilihan sulit, yakni mengunci harga bahan bakar yang sudah naik hampir 66% dibanding tahun lalu atau berharap harga turun dalam waktu dekat.

Sekolah Besar Mulai Beralih ke Energi Bersih

Sebagian distrik sekolah besar di AS relatif lebih terlindungi dari gejolak harga diesel.

Distrik sekolah New York City, yang terbesar di AS berdasarkan jumlah siswa, mengalihdayakan sekitar 60% layanan transportasi murid kepada kontraktor sehingga risiko kenaikan harga bahan bakar sebagian ditanggung pihak ketiga.

Sementara itu, Los Angeles Unified School District telah bertahun-tahun mengurangi ketergantungan pada bus berbahan bakar diesel. Dari sekitar 1.300 armada bus yang dimiliki, sekitar 70% kini menggunakan bahan bakar alternatif atau baterai listrik.

Pihak distrik menyatakan investasi besar pada transportasi bersih membantu mengurangi dampak kenaikan harga diesel terhadap anggaran transportasi sekolah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×