Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumlah korban tewas akibat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terus meningkat tajam. Konflik yang dimulai sejak 28 Februari ini telah menewaskan ribuan orang di berbagai negara kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Perang pecah setelah serangan awal oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara Teluk, sekaligus membuka front baru di Lebanon. Berikut rangkuman korban tewas terbaru berdasarkan laporan yang dihimpun Reuters.
Iran
Kelompok HAM berbasis di AS, HRANA, melaporkan sekitar 3.300 orang tewas sejak perang dimulai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.464 korban merupakan warga sipil, termasuk sedikitnya 217 anak-anak.
Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB menyebut setidaknya 1.500 warga sipil tewas akibat serangan AS dan Israel. Angka tersebut belum tentu mencakup 104 korban yang dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kapal perang Iran di dekat Sri Lanka pada 4 Maret.
Baca Juga: Siprus Pangkas Pajak dan Subsidi Pariwisata Imbas Perang Iran
Lebanon
Otoritas Lebanon melaporkan sebanyak 1.094 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret, termasuk sedikitnya 121 anak-anak. Konflik di negara ini meningkat setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran ikut terlibat.
Irak
Di Irak, sedikitnya 88 orang dilaporkan tewas, sebagian besar merupakan anggota milisi Syiah yang berafiliasi dengan Iran. Selain itu, enam pejuang Kurdi Peshmerga tewas dalam serangan di Erbil pada 24 Maret, yang dituduhkan dilakukan oleh Iran.
Satu awak kapal asing juga tewas akibat serangan terhadap kapal tanker di dekat pelabuhan Irak.
Israel
Serangan rudal Iran telah menewaskan sedikitnya 16 orang di Israel, menurut layanan ambulans setempat. Militer Israel juga melaporkan tiga tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon selatan.
Selain itu, satu petani Israel tewas akibat salah tembak oleh pasukan sendiri di dekat perbatasan Lebanon, sementara seorang perempuan juga dilaporkan tewas akibat serangan rudal ke wilayah utara Israel.
Baca Juga: Perang Iran Picu Krisis Rantai Pasok Asia, Harga Plastik hingga Makanan Melonjak
Amerika Serikat
Sebanyak 13 personel militer AS dilaporkan tewas. Enam di antaranya meninggal akibat kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar di udara di wilayah Irak, sementara tujuh lainnya tewas dalam operasi militer terkait Iran.
Negara-Negara Teluk
Di Uni Emirat Arab, sebanyak 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan Iran, termasuk dua tentara.
Di Qatar, tujuh orang tewas dalam kecelakaan helikopter di perairan negara tersebut akibat gangguan teknis saat menjalankan tugas rutin. Korban termasuk personel militer Qatar, seorang tentara Turki, serta teknisi dari perusahaan pertahanan Turki.
Sementara di Kuwait, enam orang dilaporkan tewas, termasuk korban serangan Iran serta aparat keamanan dan militer.
Di Oman, dua orang tewas akibat serangan drone di kawasan industri Sohar, serta satu korban lainnya dari insiden sebelumnya di perairan Muscat.
Di Arab Saudi, dua orang tewas setelah proyektil menghantam kawasan permukiman di Al-Kharj, dekat Riyadh.
Di Bahrain, dua orang tewas dalam dua serangan terpisah, termasuk serangan ke bangunan perumahan di ibu kota Manama.
Wilayah Lain
Di Tepi Barat, empat perempuan Palestina tewas akibat serangan rudal Iran di wilayah yang diduduki Israel.
Di Suriah, empat orang tewas setelah rudal Iran menghantam sebuah bangunan di kota Sweida pada hari pertama konflik.
Sementara itu, di Irak utara, seorang tentara Prancis tewas dan enam lainnya luka-luka akibat serangan drone saat menjalankan misi pelatihan kontra-terorisme.
Perang Iran yang kini memasuki pekan keempat menunjukkan eskalasi yang semakin luas, melibatkan banyak negara dan aktor non-negara di kawasan. Dampaknya tidak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga memperbesar risiko ketidakstabilan geopolitik global serta gangguan terhadap pasokan energi dunia.













