kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bedah Lengkap Klausul Damai AS-Iran: Dari Masa Depan Nuklir hingga Nasib Selat Hormuz


Senin, 15 Juni 2026 / 18:09 WIB
Bedah Lengkap Klausul Damai AS-Iran: Dari Masa Depan Nuklir hingga Nasib Selat Hormuz
ILUSTRASI. Krisis Iran vs AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Detailing draf rincian Nota Kesepahaman (MoU) awal untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya terungkap ke publik pada Senin (15/6/2026).

Dokumen kerja sama yang dimediasi oleh Pakistan ini merumuskan peta jalan (roadmap) de-eskalasi militer, pemulihan jalur logistik energi global, hingga klausul sensitif mengenai pembatasan nuklir dan pencairan aset.

Baca Juga: Inggris Umumkan Larangan Total Media Sosial bagi Anak di Bawah Usia 16 Tahun

Melansir Reuters, berikut adalah poin-poin krusial yang disepakati oleh kedua belah pihak beserta sejumlah isu yang masih diperdebatkan:

1. Tahapan Fase Gencatan Senjata

- Penghentian Operasi Militer: Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk memulai penghentian operasi militer secara penuh, segera, dan permanen.

- Agenda Penandatanganan: Seluruh pihak menjadwalkan penandatanganan resmi MoU perdamaian ini di Swiss pada hari Jumat mendatang. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi dokumen tersebut akan langsung dipublikasikan setelah resmi ditandatangani.

- Tenggat Waktu Negosiasi Lanjutan: Isu-isu perselisihan yang lebih kompleks—terutama detail teknis program nuklir Iran dan sanksi ekonomi AS—akan dinegosiasikan secara intensif dalam kurun waktu 60 hari ke depan setelah penandatanganan.

Baca Juga: SpaceX Diprediksi Lanjut Menguat Setelah IPO Pecahkan Rekor di Wall Street

2. Normalisasi Selat Hormuz dan Pembukaan Blokade Pelabuhan

- Akses Kapal Komersial: Perwakilan senior Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk "seluruh kapal komersial" internasional tanpa terkecuali.

- Pencabutan Blokade: Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memerintahkan militer AS untuk mulai mengangkat blokade laut di pelabuhan-pelabuhan logistik Iran berbarengan dengan penandatanganan hari Jumat.

- Regulasi Lalu Lintas Laut: Berdasarkan laporan kantor berita Fars, lalu lintas maritim yang melewati celah Selat Hormuz nantinya akan diregulasi oleh otoritas Iran, dengan koordinasi langsung bersama Kesultanan Oman.

Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Senin (15/6), Harga Minyak Turun Pasca Kesepakatan AS-Iran

3. Resolusi Program Nuklir Iran

Sektor hulu nuklir menjadi salah satu poin paling krusial dalam draf perdamaian ini, dengan komitmen sementara sebagai berikut:

  • Komitmen Anti-Senjata Nuklir: Iran menegaskan kembali komitmen dekade mereka bahwa Teheran tidak akan memproduksi atau berupaya memperoleh senjata nuklir.
  • Pembekuan Aktivitas (Nuclear Freeze): Menunggu kesepakatan komprehensif, Iran setuju untuk membekukan aktivitas nuklirnya, termasuk menahan proses pengayaan uranium (uranium enrichment) baru dan menghentikan perluasan fasilitas nuklir.
  • Penyusutan Uranium: AS menyetujui opsi bagi Iran untuk mengencerkan (dilute) simpanan uranium yang diperkaya tingkat tinggi langsung di dalam negeri di bawah perjanjian masa depan.
  • Sistem Inspeksi: Donald Trump menegaskan akan menerapkan rezim pengawasan dan inspeksi ketat di wilayah Iran, meski belum merinci mekanisme teknisnya. Dari sisi legislatif, Senator AS Lindsey Graham mengingatkan bahwa setiap kesepakatan nuklir final wajib melalui tinjauan dan persetujuan Kongres AS.

Baca Juga: Kapal LNG India Mulai Melintas Selat Hormuz Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

4. Sanksi Ekonomi, Pencairan Aset, dan Rekonstruksi

Terdapat perbedaan narasi (discrepancy) antara klaim pejabat Iran dan pernyataan Presiden Trump mengenai aspek finansial ini:

Komponen Finansial Versi Pejabat Senior Iran Versi Presiden Donald Trump
Sanksi Baru AS sepakat tidak mengenakan sanksi baru selama masa negosiasi 60 hari. Sanksi ekonomi berpotensi dicabut secara bertahap sesuai kepatuhan.
Ekspor Minyak AS akan memberikan kelonggaran sanksi (waiver) ekspor minyak mentah. (Tidak merinci detail kelonggaran kuota minyak).
Pencairan Aset AS sepakat mencairkan US$ 25 miliar aset Iran yang dibekukan lewat transfer tunai, jalur kredit, dan kerja sama regional. Menegaskan bahwa Iran tidak akan diberikan dana tunai (cash), melainkan murni pelonggaran sanksi.
Pembangunan Pasca-Perang Washington bersama sekutunya akan menyusun draf rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dalam 60 hari. (Fokus pada pelonggaran hambatan dagang).

Baca Juga: Bursa Saham Eropa Cetak Rekor Tertinggi Setelah AS-Iran Capai Kesepakatan Perdamaian

5. Klausul Konflik di Geografis Lebanon

Cakupan perdamaian ini dipastikan turut mengikat situasi militer di Front Utara (Lebanon), yang selama ini melibatkan militer Israel dan kelompok Hezbollah pro-Iran:

  • Gencatan Senjata Multilateral: Gencatan senjata permanen ini secara otomatis mencakup wilayah Lebanon. Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Agung Iran menyatakan seluruh pergerakan senjata diinstruksikan berhenti total sejak Senin malam.
  • Tanggung Jawab Implementasi: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan prasyarat utama keberhasilan draf ini adalah penghentian total serangan militer Israel ke Lebanon, dan membebankan tanggung jawab penegakan aturan tersebut kepada AS.
  • Sikap Bertahan Militer Israel: Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menegaskan kepada Trump bahwa militer Israel (IDF) akan tetap bertahan di zona keamanan yang telah mereka kuasai di Lebanon, Suriah, dan Gaza demi stabilitas wilayah perbatasan mereka.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×