kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.158   14,00   0,08%
  • IDX 7.710   33,62   0,44%
  • KOMPAS100 1.068   5,72   0,54%
  • LQ45 768   4,07   0,53%
  • ISSI 280   2,88   1,04%
  • IDX30 409   2,52   0,62%
  • IDXHIDIV20 494   2,34   0,48%
  • IDX80 119   0,62   0,52%
  • IDXV30 139   2,23   1,63%
  • IDXQ30 130   0,46   0,36%

Daftar Kapal Tanker Minyak yang Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran


Rabu, 15 April 2026 / 11:32 WIB
Diperbarui Rabu, 15 April 2026 / 12:25 WIB
Daftar Kapal Tanker Minyak yang Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran
ILUSTRASI. Kapal Kargo / Tanker di Teluk, Dekat Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kian memukul arus pelayaran energi global.

Blokade Amerika Serikat (AS) terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran menambah ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz, yang praktis nyaris terhenti sejak pecahnya perang Iran.

Baca Juga: Kejaksaan AS Datangi Proyek The Fed Secara Mendadak, Tekanan ke Bank Sentral Memanas

Padahal, dalam kondisi normal, sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia melintasi jalur sempit tersebut.

Meski demikian, sejumlah kapal tanker non-Iran masih tercatat mencoba menembus jalur ini sejak konflik antara AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Melansir Reuters Rabu (15/4/2026), berikut rangkuman pergerakan kapal tanker berdasarkan negara tujuan kargo:

Vietnam

Kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) berbendera Malta, Agios Fanourios I, tercatat memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada 15 April dalam upaya keduanya.

Data Kpler menunjukkan kapal ini sebelumnya termasuk dalam rombongan yang mencoba masuk saat gencatan senjata AS-Iran berlangsung.

Kapal tersebut menuju Irak untuk memuat minyak Basra yang akan dikirim ke Vietnam.

Baca Juga: Dana Pensiun Australia Borong Saham Global Saat Pasar Terguncang Perang Iran

Malaysia

VLCC berbendera Liberia, Serifos, sempat masuk dan keluar jalur alternatif Hormuz yang menghindari Pulau Larak milik Iran pada 10 April.

Kapal ini membawa minyak dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Malaka, Malaysia pada 21 April.

Sementara itu, tanker Ocean Thunder yang mengangkut 1 juta barel minyak Basrah Heavy dari Irak melintasi selat pada 5 April dan diperkirakan bongkar muat di Pengerang, Malaysia pada 18 April.

Kedua kapal tersebut termasuk dalam tujuh kapal terkait Malaysia yang mendapat izin Iran untuk melintas.

Baca Juga: Harga Tembaga Bertahan di Level Tertinggi Enam Pekan Rabu (15/4), Apa Pemicunya?

China

Dua VLCC berbendera China, Cospearl Lake dan He Rong Hai, keluar dari Selat Hormuz pada 11 April. Cospearl Lake membawa minyak Irak dan dijadwalkan tiba di Zhoushan pada 1 Mei, sementara He Rong Hai menuju Myanmar untuk membongkar minyak asal Arab Saudi.

Kedua kapal ini disewa oleh Unipec, unit perdagangan dari Sinopec.

Selain itu, VLCC Dhalkut yang melintasi selat pada 2 April juga menuju Myanmar untuk menurunkan minyak Saudi.

Umumnya, minyak yang dibongkar di Myanmar akan diproses di kilang Yunnan milik PetroChina.

Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Rabu (15/4), Ringgit dan Dolar Taiwan Menguat

India

Setidaknya dua VLCC dan dua tanker jenis Suezmax keluar dari Teluk pada Maret dan April untuk memasok minyak ke India.

VLCC Habrut menuju Paradip untuk memasok minyak Abu Dhabi bagi Indian Oil Corporation. Sementara VLCC Marathi telah membongkar minyak Saudi di pelabuhan Sikka untuk Reliance Industries.

Tanker Suezmax Smyrni dan Shenlong masing-masing mengirim 1 juta barel minyak Saudi ke Mumbai untuk Hindustan Petroleum.

Selain itu, kapal Msg dan Navara mengangkut bahan bakar residu ke pelabuhan Pipavav dan Sikka.

Untuk LPG, dua kapal pengangkut masing-masing membawa sekitar 94.000 metrik ton gas memasak berhasil melintasi selat dan menuju India.

Kapal BW Tyr dan BW Elm tercatat telah melakukan bongkar muat di beberapa pelabuhan India pada awal April.

Baca Juga: Perang Iran Picu Kelangkaan Plastik, Kemasan Ramah Lingkungan Kebanjiran Pesanan

Pakistan

Dua kapal berbendera Pakistan masuk ke Teluk pada 12 April. Tanker Shalamar menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah, sementara Khairpur menuju Kuwait untuk mengambil produk olahan.

Sementara itu, tanker P. Aliki sebelumnya telah mengirim minyak Saudi ke Karachi pada akhir Maret.

Thailand

Sebuah kapal tanker milik Bangchak Corporation berhasil melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi diplomatik antara Thailand dan Iran.

Kapal tersebut tidak dikenakan biaya tambahan untuk keluar dari blokade.

Tanker jenis Suezmax Pola juga tercatat membongkar 1 juta barel minyak Khafji di Thailand dan Singapura.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×