Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Sebuah kapal Malaysia telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman dan saat ini sedang menuju tujuan akhirnya. Hal tresebut diungkapkan Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, Iran secara efektif menutup jalur laut vital tersebut, koridor yang membawa seperlima dari aliran minyak dan gas alam cair global, sebagai tanggapan terhadap serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026 silam.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu dari tujuh kapal komersial milik Malaysia yang terdampar di Selat Hormuz akibat perang Iran telah diberikan izin untuk berlayar dengan aman.
Kementerian tidak menyebutkan nama kapal tersebut, apakah membawa kargo atau ke mana tujuan akhirnya.
Baca Juga: Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada
"Hasil positif ini menyusul 'pertemuan diplomatik' tingkat tinggi," termasuk panggilan telepon antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhir bulan lalu, kata kementerian tersebut.
Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur sebelumnya mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Senin (6/4/2026) bahwa kapal Malaysia pertama telah melewati Hormuz.
Data LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa kapal tanker minyak Ocean Thunder, yang disewa oleh Petco, sebuah unit dari perusahaan energi negara Malaysia Petronas, melewati selat dekat pantai Iran, membawa minyak mentah Irak.
Kapal tanker tersebut dimuat dengan sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy pada tanggal 2 Maret dan diperkirakan akan membongkar muatannya di Pengerang, Malaysia pada pertengahan April, menurut data Kpler.













