Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dua kapal pengangkut gas cair (LPG) berbendera India, Green Asha dan Green Sanvi, telah meninggalkan kawasan Teluk dan membawa pasokan gas untuk India, menurut data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler.
Sementara itu, kapal ketiga, Jag Vikram, masih berada di bagian barat Selat Hormuz, menunjukkan bahwa proses evakuasi kapal-kapal LPG India masih berlangsung.
Dampak Konflik AS-Israel terhadap Perkapalan
Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran hampir sepenuhnya menghentikan pergerakan kapal di Selat Hormuz. Meski demikian, Iran menyatakan bahwa “kapal non-musuh” masih dapat melintas jika berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Green Asha dan Green Sanvi telah berhasil menyeberangi kawasan Teluk dan kini berada di bagian timur Selat Hormuz. Dengan keberhasilan ini, total kapal LPG berbendera India yang telah melintasi selat mencapai delapan unit.
Baca Juga: Perang Iran Bikin Wells Fargo Batalkan Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Upaya India Mengatasi Krisis Gas
India secara bertahap memindahkan muatan LPG yang terjebak di selat ke negara itu. Sebelumnya, kapal seperti Shivalik, Nanda Devi, Pine Gas, Jag Vasant, BW Elm, dan BW Tyr telah tiba di India.
India, sebagai importir LPG terbesar kedua di dunia, sedang menghadapi krisis gas terburuk dalam beberapa dekade. Pemerintah telah memangkas pasokan untuk sektor industri guna memastikan ketersediaan gas untuk rumah tangga. Tahun lalu, konsumsi LPG India mencapai 33,15 juta metrik ton, dengan sekitar 60% berasal dari impor, dan 90%-nya didatangkan dari Timur Tengah.
Selain memindahkan muatan, India juga mulai memuat LPG ke kapal-kapal kosong yang terjebak di Teluk, sebagai langkah untuk mengamankan pasokan domestik.
Langkah ini menjadi krusial bagi India untuk menahan dampak krisis energi global yang diperburuk oleh konflik di Timur Tengah, sekaligus menjaga pasokan LPG bagi jutaan rumah tangga di negara tersebut.













