Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Pemerintah Thailand menuntut klarifikasi sekaligus permintaan maaf dari Iran setelah sebuah kapal berbendera Thailand terkena proyektil dan terbakar di kawasan Selat Hormuz.
Insiden itu memaksa seluruh awak kapal meninggalkan kapal pada Rabu (12/3/2026).
Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan telah memanggil duta besar Iran di Bangkok untuk meminta penjelasan terkait peristiwa tersebut.
Bangkok juga menilai insiden itu sangat serius karena melibatkan keselamatan kapal dan awaknya di jalur pelayaran internasional yang vital.
Baca Juga: Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga saat Serangan dengan Israel Terus Berlanjut
“Thailand meminta penjelasan yang jelas dari Iran mengenai insiden ini dan menuntut permintaan maaf atas kerusakan yang dialami kapal kami,” kata Kementerian Luar Negeri Thailand.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di atas kapal sehingga awak kapal terpaksa mengevakuasi diri untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Tidak dijelaskan secara rinci kondisi awak kapal maupun tingkat kerusakan kapal setelah kejadian tersebut.
Di sisi lain, pasukan elite Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim menyebut kapal itu ditembak oleh jet tempur Iran.
Baca Juga: Selat Hormuz Resmi Ditutup, Ini Konsekuensi Jika Ada Kapal yang Berani Melintasinya
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut terkait operasi militer Iran di kawasan perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari Timur Tengah melewati kawasan itu.
Insiden yang melibatkan kapal komersial di wilayah ini berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan maritim dan mengganggu arus perdagangan global.













