kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.920   29,00   0,17%
  • IDX 7.429   39,38   0,53%
  • KOMPAS100 1.032   4,40   0,43%
  • LQ45 758   5,53   0,74%
  • ISSI 262   1,37   0,53%
  • IDX30 403   3,99   1,00%
  • IDXHIDIV20 499   7,58   1,54%
  • IDX80 116   0,51   0,44%
  • IDXV30 135   1,47   1,10%
  • IDXQ30 130   1,46   1,13%

Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Risiko Gangguan Pasokan Energi Global Meningkat


Kamis, 12 Maret 2026 / 11:00 WIB
Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Risiko Gangguan Pasokan Energi Global Meningkat
ILUSTRASI. Minyak mentah global berpotensi tembus US$200 per barel. Iran tebar ranjau laut di Selat Hormuz, jalur vital pasokan energi dunia terancam (REUTERS/Hamad I Mohammed)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menempatkan sekitar selusin ranjau laut di jalur strategis Selat Hormuz. Langkah ini dinilai berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Mengutip laporan Reuters pada Rabu (11/3/2026), dua sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan bahwa ranjau laut itu telah ditempatkan dalam beberapa hari terakhir. Namun, sebagian besar lokasi penempatan ranjau tersebut disebut telah diketahui.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana militer Amerika Serikat akan menangani ancaman tersebut.

Baca Juga: Iran Serang Dua Tanker, Ancaman Harga Minyak Dunia Tembus US$200 per Barel

Jalur Energi Dunia Terancam

Konflik yang pecah sekitar 12 hari lalu setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan ekspor minyak dan LNG melalui Selat Hormuz praktis terhenti.

Gangguan terhadap jalur pelayaran strategis ini turut mendorong lonjakan harga energi global dalam beberapa hari terakhir.

Komando militer Iran bahkan memperingatkan bahwa pasar harus bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak melonjak hingga US$200 per barel jika ketegangan terus meningkat.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu titik chokepoint energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global biasanya melewati jalur sempit yang berada di sepanjang pesisir Iran tersebut.

Kemampuan Teheran untuk mengganggu arus pelayaran di kawasan ini memberi pengaruh besar terhadap stabilitas pasar energi global serta tekanan strategis terhadap negara-negara Barat.

Baca Juga: Harga Emas Stabil, Penguatan Dolar Mengimbangi Kekhawatiran Inflasi AS

Respons Militer AS

Militer Amerika Serikat mengklaim telah menargetkan kapal-kapal Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau. Pada Selasa (10/3), militer AS menyatakan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran.

Meski demikian, hingga saat ini Angkatan Laut AS belum memberikan pengawalan khusus bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (10/3/2026) juga mendesak Iran untuk segera menghapus seluruh ranjau yang ditempatkan di perairan tersebut. Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang belum dijelaskan secara rinci jika tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap gangguan berkepanjangan pada pasokan energi dunia, terutama jika konflik di kawasan Timur Tengah terus meluas dan menghambat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×