kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.729   -89,00   -0,50%
  • IDX 6.256   248,15   4,13%
  • KOMPAS100 832   38,33   4,83%
  • LQ45 624   26,83   4,49%
  • ISSI 214   7,94   3,85%
  • IDX30 354   14,60   4,31%
  • IDXHIDIV20 434   16,17   3,87%
  • IDX80 94   4,34   4,84%
  • IDXV30 116   3,26   2,89%
  • IDXQ30 113   4,33   3,97%

Ariana Grande Melarang Gedung Putih Gunakan Lagunya untuk Promosi Kebijakan Trump


Senin, 15 Juni 2026 / 13:31 WIB
Ariana Grande Melarang Gedung Putih Gunakan Lagunya untuk Promosi Kebijakan Trump
ILUSTRASI. Ariana Grande kembali kritik keras pemerintahan Trump. Kali ini, musiknya dipakai Gedung Putih tanpa izin. (Dok./Hello! Magazine)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyanyi pop Amerika Serikat Ariana Grande meminta pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berhenti menggunakan musiknya dalam konten yang mempromosikan kebijakan pemerintah, khususnya terkait penegakan imigrasi.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Gedung Putih mengunggah sebuah video di platform TikTok yang menyoroti kebijakan imigrasi pemerintah. Video tersebut menampilkan agen federal yang menangkap dan memborgol sejumlah orang dengan latar lagu "Bye", salah satu lagu Ariana Grande yang dirilis pada 2024.

Melalui kolom komentar pada unggahan tersebut, Ariana Grande menyampaikan keberatannya secara terbuka. "Tolong jangan pernah lagi menggunakan musik saya dalam kaitannya dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini."

Menurut sumber yang dekat dengan sang penyanyi, tim Ariana Grande saat ini sedang mencari cara agar penggunaan lagunya dalam video tersebut dapat dihapus sesegera mungkin.

Baca Juga: Elon Musk Optimistis SpaceX Raup Pendapatan US$ 1 Triliun pada 2030

Gedung Putih Berikan Tanggapan

Menanggapi kritik dari Ariana Grande, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson membela penggunaan video tersebut dan memberikan respons terhadap komentar sang penyanyi.

"Kami akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya: yang benar-benar biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal pelaku kriminal yang telah melukai dan membunuh warga Amerika Serikat yang tidak bersalah," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas pemerintahan Trump dalam mempertahankan kebijakan penegakan hukum imigrasi yang selama ini menjadi salah satu agenda utamanya.

Ariana Grande Kerap Mengkritik Pemerintahan Trump

Ariana Grande, yang juga dikenal sebagai aktris nominasi Academy Awards, sebelumnya telah beberapa kali menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Donald Trump.

Pada tahun lalu, ia sempat membagikan unggahan di Instagram yang mempertanyakan kepada para pemilih Trump apakah kehidupan mereka benar-benar menjadi lebih baik sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Sampanye Prancis Jika Pajak Digital Tak Dicabut

Sikap politik tersebut memperlihatkan konsistensi Grande dalam menyuarakan pandangannya terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan saat ini.

Gedung Putih Aktif Menggunakan Musik Populer di Media Sosial

Donald Trump, yang kini menjalani masa jabatan keduanya secara tidak berurutan, dikenal aktif memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah.

Tim komunikasi Gedung Putih kerap mengunggah video pendek yang menggunakan lagu-lagu populer sebagai ilustrasi atas berbagai program dan janji kampanye presiden.

Beberapa video sebelumnya juga menampilkan lagu-lagu terkenal untuk mengiringi tayangan mengenai operasi penindakan imigrasi, operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran, hingga penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×