kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.817   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga Gandum Naik 4 Hari Beruntun Senin (17/8), Risiko Laut Hitam Jadi Sorotan


Senin, 17 Agustus 2026 / 11:49 WIB
Harga Gandum Naik 4 Hari Beruntun Senin (17/8), Risiko Laut Hitam Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Gandum utuh (shutterstock/dok)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga gandum Chicago naik tipis pada perdagangan Senin (17/8/2026), didorong kekhawatiran terhadap risiko ekspor biji-bijian dari kawasan Laut Hitam setelah Rusia menolak gagasan gencatan senjata dengan Ukraina.

Kenaikan harga juga ditopang kekhawatiran kondisi kering di wilayah selatan Amerika Serikat (AS) yang dapat memengaruhi produksi gandum musim dingin.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Spekulasi Kenaikan Bunga Berkurang

Mengutip Reuters, kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,04% menjadi US$ 6,89¾ per bushel pada pukul 04.05 GMT.

Penguatan tersebut memperpanjang kenaikan harga gandum menjadi empat sesi perdagangan berturut-turut.

Rusia melancarkan serangkaian serangan udara ke Ukraina sepanjang akhir pekan yang menewaskan dua orang di sebuah pabrik baja.

Di sisi lain, Kyiv melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Moskow yang menewaskan satu orang dan menyebabkan kebakaran di sebuah gudang milik perusahaan e-commerce terbesar Rusia.

"USDA memberikan kepastian dalam laporan WASDE pekan lalu bahwa stok gandum dunia masih berada pada level yang sehat, tetapi arus aktual dari Laut Hitam merupakan hal yang ingin dilihat oleh para importir dunia," ujar Josh Lawrence, konsultan penasihat di IKON Commodities.

Baca Juga: Yuan China Mendekati Level Tertinggi 3,5 Tahun Jelang Rilis Data Ekonomi

Kekeringan AS Jadi Perhatian

Selain risiko geopolitik, kondisi cuaca di wilayah selatan AS juga menjadi perhatian pasar komoditas pertanian.

Kondisi kering di wilayah tersebut masih menjadi kekhawatiran menjelang dimulainya penanaman gandum musim dingin 2027 yang diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan lagi.

Sementara itu, pergerakan komoditas pertanian lainnya cenderung beragam. Harga kedelai turun 0,06% menjadi US$ 11,91¾ per bushel, sedangkan jagung naik 0,26% menjadi US$ 4,84½ per bushel.

Departemen Pertanian AS (USDA) pada pekan lalu menaikkan estimasi luas tanam jagung dan kedelai AS untuk 2026.

Namun, USDA memangkas proyeksi hasil panen kedua komoditas tersebut dalam laporan bulanannya.

Pelaku pasar juga mencermati tur lapangan besar yang berlangsung pekan ini untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai prospek hasil panen jagung dan kedelai AS.

Baca Juga: Vietnam Targetkan Rasio Jenis Kelamin Bayi Kembali Normal pada 2035

Permintaan China Topang Kedelai

Di pasar kedelai, permintaan China yang tetap kuat menjadi salah satu faktor pendukung harga.

Trader mengatakan kepada Reuters pada pekan lalu bahwa China telah membeli sekitar 7 juta ton kedelai AS.

Perusahaan perdagangan biji-bijian milik pemerintah China, Sinograin, juga akan melelang 360.000 ton kedelai impor pada Rabu (19/8). Lelang tersebut menjadi penjualan keempat sejak akhir Juli.

Langkah tersebut diperkirakan bertujuan membebaskan kapasitas penyimpanan untuk menampung pasokan kedelai AS yang akan masuk ke China.

Baca Juga: Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9% di Kuartal II 2026, Lampaui Perkiraan


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×