Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.iD - JAKARTA. Pendiri SpaceX, Elon Musk, menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan roket dan teknologi antariksa tersebut berpotensi membukukan pendapatan hingga US$ 1 triliun pada 2030. Pernyataan ambisius itu disampaikan hanya dua hari setelah SpaceX resmi melantai di bursa saham dengan valuasi melampaui US$ 2 triliun.
Melalui unggahannya di platform media sosial X pada Minggu (14/6), Musk mengungkapkan optimisme bahwa pertumbuhan bisnis SpaceX akan terus melesat dalam beberapa tahun ke depan.
“Dan saya akan terkejut jika pendapatannya tidak melebihi US$ 1 triliun pada 2031,” tulis Musk saat menanggapi unggahan jurnalis dan komentator keuangan Jon Erlichman.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat ekspektasi tinggi terhadap prospek bisnis SpaceX di tengah pesatnya perkembangan industri antariksa komersial.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Sampanye Prancis Jika Pajak Digital Tak Dicabut
SpaceX Resmi Go Public dengan Valuasi Lebih dari US$ 2 Triliun
SpaceX resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal pada Jumat lalu dan langsung menjadi perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat berdasarkan nilai kapitalisasi pasar.
Pencapaian tersebut juga semakin mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia, seiring melonjaknya nilai kepemilikan sahamnya di berbagai perusahaan teknologi.
Meski demikian, dari sisi kinerja operasional, pendapatan SpaceX masih berada di bawah sejumlah raksasa teknologi dengan valuasi serupa seperti Broadcom dan Amazon.
Pendapatan Naik, tetapi Berbalik Rugi pada 2025
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan SpaceX pada 2025 meningkat menjadi US$ 18,67 miliar, naik dibandingkan US$ 14,02 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun, di balik pertumbuhan pendapatan tersebut, perusahaan justru membukukan rugi bersih sebesar US$ 4,94 miliar, berbalik dari laba bersih US$ 791 juta yang diraih pada periode sebelumnya.
Baca Juga: Zelensky Telepon Trump Jelang KTT G7, Bahas Upaya Perdamaian Ukraina-Rusia
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa SpaceX masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis dan investasi besar pada pengembangan teknologi serta infrastruktur antariksa.
Analis Wall Street Lebih Berhati-hati
Sejumlah analis di Wall Street menilai proyeksi Elon Musk terlalu optimistis.
Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan pendapatan SpaceX akan melampaui US$ 470 miliar pada 2030, sementara Morgan Stanley memproyeksikan perusahaan tersebut dapat menghasilkan pendapatan hampir US$ 330 miliar pada tahun yang sama.













