Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Ketika banyak perusahaan berlomba menarik investor menjelang penawaran umum perdana saham (IPO), SpaceX justru mengambil jalan berbeda.
Selama bertahun-tahun, perusahaan antariksa milik Elon Musk itu dikenal sangat selektif dalam memilih siapa yang boleh menjadi pemegang sahamnya.
Menjelang debut SpaceX di pasar saham pekan ini, minat investor terhadap perusahaan tersebut sangat tinggi meski valuasinya telah melonjak tajam dan berbagai risiko bisnis masih menjadi perhatian.
Mengutip Reuters, Jumat (12/6), sejumlah investor awal mengungkap bahwa membeli saham SpaceX saat perusahaan masih privat bukanlah proses yang mudah.
Selain membutuhkan koneksi yang tepat, calon investor juga harus melewati proses seleksi yang tidak biasa.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa
Investor Harus Punya Akses dan Koneksi
Salah satu investor mengatakan dana yang dikelolanya berhasil membeli saham SpaceX senilai US$10 juta pada 2018 melalui hubungan dengan Lyndon Rive, sepupu Elon Musk sekaligus mantan CEO SolarCity.
Investor lain, seorang manajer portofolio dari dana investasi AS senilai US$500 miliar, mengaku memperoleh alokasi saham SpaceX pada 2023 melalui hubungan dengan salah satu anggota dewan Tesla.
Bagi banyak investor, mendapatkan akses awal ke SpaceX menjadi tantangan tersendiri karena perusahaan mempertahankan basis pemegang saham yang relatif terbatas meski valuasinya terus meningkat.
Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya
SpaceX yang Mewawancarai Investor
Beberapa investor yang diwawancarai Reuters mengatakan mereka harus mengunjungi kantor pusat SpaceX dan menjalani sesi wawancara dengan tim perusahaan sebelum diizinkan berinvestasi.
Dalam pertemuan tersebut, tim SpaceX, termasuk Chief Financial Officer (CFO) Bret Johnsen, mengajukan berbagai pertanyaan terkait kondisi keuangan investor, sumber dana investasi, hingga komitmen untuk ikut dalam penggalangan dana berikutnya.
Pada akhirnya, keputusan investasi disebut tetap memerlukan persetujuan pribadi dari Elon Musk.
Seorang investor mengaku merasa lebih banyak diwawancarai daripada melakukan penilaian terhadap perusahaan.
"Kami merasa lebih banyak diwawancarai dibandingkan mewawancarai mereka," ujarnya.
Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX
Informasi Terbatas Tak Kurangi Minat Investor
Meski telah menginvestasikan dana jutaan dolar, sejumlah investor mengaku hanya memperoleh informasi keuangan terbatas mengenai SpaceX.
Salah satu investor mengatakan dirinya hanya mendapatkan gambaran umum mengenai pendapatan dan pertumbuhan bisnis perusahaan tanpa rincian laporan keuangan yang lebih lengkap.
Untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai operasional SpaceX, ia bahkan harus mencari informasi dari berbagai sumber lain, termasuk pemasok komponen perusahaan.
Situasi tersebut berbeda dengan praktik yang lazim ditemui di banyak perusahaan besar yang biasanya memberikan informasi lebih rinci kepada calon investor.
Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki yang memiliki investasi di SpaceX dan Tesla, mengatakan dirinya tetap berinvestasi karena pengalaman positifnya bersama Tesla.
"Saat kami berinvestasi, pesannya jelas: Elon mengendalikan semuanya dan Anda tidak akan mengetahui banyak hal kecuali menginvestasikan dana sangat besar," kata Gerber.
Baca Juga: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Menguat Usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
Antusiasme Tetap Tinggi Menjelang IPO
Reuters melaporkan para analis yang terlibat dalam proses IPO menerima hingga 20 panggilan per hari dari investor yang ingin memperoleh informasi mengenai penawaran saham tersebut, lebih tinggi dibandingkan IPO populer pada umumnya.
SpaceX juga secara sengaja mengalokasikan sekitar 30% saham yang ditawarkan kepada investor ritel.
Menurut CFO SpaceX Bret Johnsen, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada investor yang selama ini mendukung perusahaan dan Elon Musk.
Bagi banyak investor, strategi eksklusif yang diterapkan selama bertahun-tahun justru membuat saham SpaceX semakin menarik.
Baca Juga: Cek Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia Momen Tahun Baru Islam 2026













