kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.820   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Mata Uang Asia Menguat Senin (17/8), Dolar Taiwan Pimpin Kenaikan


Senin, 17 Agustus 2026 / 09:43 WIB
Mata Uang Asia Menguat Senin (17/8), Dolar Taiwan Pimpin Kenaikan
ILUSTRASI. Dolar Taiwan (DOK/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (17/8/2026).

Dolar Taiwan memimpin penguatan di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Melansir Reuters mengacu pada data perdagangan hingga pukul 02.10 GMT, dolar Taiwan menguat 0,50% menjadi 31,888 per dolar AS dari posisi sebelumnya 32,046.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Senin (17/8), Kinerja NAB dan JB Hi-Fi Tekan Pasar

Won Korea Selatan menyusul dengan penguatan 0,29% menjadi 1.412 won per dolar AS. Yen Jepang naik 0,16% menjadi 159,050 per dolar AS, sedangkan dolar Singapura menguat 0,09% menjadi 1,278.

Ringgit Malaysia juga menguat 0,20% menjadi 4,076 per dolar AS. Baht Thailand naik tipis 0,02% menjadi 33,095.

Sementara itu, yuan China relatif stabil dengan penguatan tipis 0,01% menjadi 6,742 per dolar AS.

Di kawasan Asia Tenggara, peso Filipina menjadi salah satu mata uang yang melemah. Peso turun 0,14% menjadi 61,531 per dolar AS.

Rupiah Indonesia berada di posisi 17.820 per dolar AS, tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Rupee India juga stabil di 95,425 per dolar AS.

Baca Juga: Masuknya Jeff Bezos ke Liverpool Dikritik, Isu Israel-Palestina Jadi Sorotan

Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Penguatan sejumlah mata uang Asia terjadi ketika ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang.

Data ekonomi AS yang lebih lemah, termasuk ketenagakerjaan dan inflasi, membuat investor menunda ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini.

Kontrak berjangka Fed funds saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 66,9% bahwa The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Sebulan sebelumnya, probabilitas tersebut hanya sekitar 47,6%.

Pelemahan dolar AS juga tercermin dari indeks dolar yang turun 0,1% ke sekitar 99,519, mendekati level terendah bulan ini.

Meski demikian, pergerakan mata uang Asia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik AS-Iran dan gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Baca Juga: Yield Obligasi Jepang 10 Tahun Tembus Level Tertinggi dalam 3 Dekade

Kondisi tersebut berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia yang mengalami pelemahan terdalam, yakni sekitar 6,45% terhadap dolar AS dari posisi akhir 2025.




TERBARU

[X]
×