kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.931   40,00   0,24%
  • IDX 7.394   4,50   0,06%
  • KOMPAS100 1.029   1,12   0,11%
  • LQ45 756   3,33   0,44%
  • ISSI 260   -0,45   -0,17%
  • IDX30 402   3,24   0,81%
  • IDXHIDIV20 498   7,26   1,48%
  • IDX80 116   0,18   0,16%
  • IDXV30 135   1,47   1,10%
  • IDXQ30 130   1,25   0,97%

Imbal Hasil Obligasi AS Naik Kamis (12/3), Waspadai Suku Bunga Tinggi Lebih Lama


Kamis, 12 Maret 2026 / 09:26 WIB
Imbal Hasil Obligasi AS Naik Kamis (12/3), Waspadai Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasuries) naik pada Kamis (12/3/2026), seiring kenaikan harga minyak menuju US$100 per barel yang membuat investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve karena kekhawatiran inflasi kembali meningkat.

Melansir Reuters, Imbal hasil Treasury 2-tahun, yang mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, naik 2,7 basis poin menjadi 3,6631% di perdagangan Asia, setelah sempat mencapai level tertinggi 6,5 bulan di 3,6900% sebelumnya.

Baca Juga: Trump Isyaratkan Perang dengan Iran Tak Akan Berakhir Dalam Waktu Dekat

Sementara imbal hasil acuan 10-tahun naik 2,4 bps menjadi 4,2296%. Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil.

Kenaikan imbal hasil ini diperkuat oleh ketegangan di Timur Tengah, di mana Iran menyerang tanker di perairan Irak dan kapal lain di dekat Selat Hormuz, yang dapat mengganggu perdagangan energi global.

Lonjakan harga minyak lebih dari 6% pada Kamis membuat pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed tahun ini.

Pasar kini memproyeksikan pelonggaran kurang dari 30 bps hingga Desember, dibandingkan lebih dari 50 bps sebelum perang AS-Israel terhadap Iran dimulai.

Baca Juga: Asia FX Melemah Kamis (12/3); Peso Filipina dan Ringgit Malaysia Pimpin Penurunan

“Kenaikan harga minyak kemungkinan akan mendorong CPI inti dan headline lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, dengan dampak jangka pendek terutama dari harga bensin,” kata David Doyle, kepala ekonomi di Macquarie Group.

“Jika harga minyak tetap di kisaran saat ini, akan ada dampak lanjutan pada inflasi makanan dan inflasi inti,” tambah Doyle.

Rapat The Fed minggu depan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun perhatian pasar tertuju pada pandangan pembuat kebijakan tentang inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Baca Juga: Pokemon Pokopia Dongkrak Sentimen Momentum Penjualan Nintendo Switch 2

“Informasi yang berpotensi mempengaruhi pasar akan tertuang dalam Summary of Economic Projections (SEP) yang diperbarui,” kata Jeffrey Roach, kepala ekonom LPL Financial.

“Kemungkinan SEP akan memberi sinyal stagflasi karena pembuat kebijakan kemungkinan menaikkan proyeksi inflasi dan menurunkan prospek pertumbuhan,” tambah Roach.

Data terbaru menunjukkan harga konsumen AS naik moderat pada Februari, dengan sewa rumah meningkat stabil, meski rumah tangga membayar lebih mahal untuk bensin dan belanja di supermarket.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×