Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (18/5/2026) bahwa ia telah menunda rencana serangan terhadap Iran, setelah Teheran mengirimkan proposal perdamaian ke Washington.
Ia juga menyebut ada “peluang sangat baik” untuk mencapai kesepakatan pembatasan program nuklir Iran.
Trump mengatakan ia telah menginstruksikan militer AS untuk tidak melanjutkan serangan yang dijadwalkan, namun tetap siap jika diperlukan.
Baca Juga: Google Gandeng Blackstone Bangun Bisnis Cloud AI Senilai US$ 5 Miliar
“Kami TIDAK akan melakukan serangan yang dijadwalkan terhadap Iran besok, tetapi saya juga telah memerintahkan mereka untuk siap melaksanakan serangan besar-besaran kapan saja jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai,” ujar Trump dilansir Reuters.
Namun, tidak ada serangan sebelumnya yang secara resmi diumumkan, dan Reuters tidak dapat memastikan apakah persiapan serangan benar-benar telah dilakukan.
Trump juga menyebut bahwa para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta agar serangan tersebut ditunda karena mereka menilai kesepakatan masih mungkin dicapai dan akan menguntungkan kawasan.
Baca Juga: Data Treasury AS: Jepang dan China Kurangi Kepemilikan Surat Utang AS pada Maret
Dalam keterangannya kepada media, Trump mengatakan AS akan puas jika tercapai kesepakatan yang mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
“Ada peluang yang sangat baik mereka bisa mencapai kesepakatan. Jika bisa tanpa perlu pengeboman, saya akan sangat senang,” katanya.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pandangan Teheran telah disampaikan kepada pihak AS melalui Pakistan.
Islamabad diketahui berperan sebagai perantara komunikasi antara kedua pihak dalam konflik tersebut.
Seorang sumber Pakistan mengatakan proses negosiasi masih sulit karena kedua pihak terus mengubah tuntutan.
“Para pihak terus mengubah target mereka. Kami tidak punya banyak waktu,” ujar sumber tersebut.
Baca Juga: Brasil Bisa Cuan Besar dari Deal Dagang AS-China, Ekspor Kedelai & Daging Disorot
Di sisi lain, Iran tetap bersikap keras. Komando militer tertinggi Iran menyatakan angkatan bersenjata siap merespons setiap serangan baru dari Amerika Serikat secara cepat dan tegas.
Iran juga menegaskan bahwa mereka lebih siap dibanding sebelumnya dalam menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.
Dalam laporan lain, proposal perdamaian Iran disebut mencakup penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pelonggaran sanksi maritim. Namun Amerika Serikat belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun.
Sumber Iran juga menyebut adanya kemungkinan pelonggaran posisi Washington, termasuk rencana pembebasan sebagian dana Iran yang dibekukan di luar negeri, meski AS belum mengonfirmasi hal tersebut.
Situasi masih berkembang di tengah gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung setelah enam minggu konflik di kawasan tersebut.













