kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Korea Selatan dan Jepang Bahas Perjanjian Logistik Militer


Minggu, 31 Mei 2026 / 14:07 WIB
Korea Selatan dan Jepang Bahas Perjanjian Logistik Militer
ILUSTRASI. Korea Selatan dan Jepang sedang merundingkan kesepakatan logistik militer. Perjanjian ini berpotensi memperkuat pertahanan kedua negara di Asia. (Japan Maritime Self-Defense Force/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Korea Selatan dan Jepang membahas kemungkinan untuk merampungkan perjanjian dukungan logistik militer yang akan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan para menteri pertahanan di sela-sela forum keamanan regional Shangri-La Dialogue di Singapura.

Mengutip laporan Yonhap News Agency pada Minggu (31/5/2026), Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mendiskusikan peluang penyelesaian perjanjian yang memungkinkan kedua negara saling mendukung kebutuhan logistik militer.

Usai pertemuan tersebut, Ahn menegaskan bahwa langkah menuju kesepakatan masih memerlukan dukungan publik dari kedua negara.

“Hal ini memerlukan pemahaman dan upaya meyakinkan warga dari kedua negara, dan saya percaya kita tetap harus melangkah dengan hati-hati,” ujar Ahn.

Baca Juga: China Gelar Patroli di Laut China Selatan, Filipina Siaga

Ahn merujuk pada potensi perjanjian Acquisition and Cross-Servicing Agreement (ACSA), yakni kesepakatan yang memungkinkan Korea Selatan dan Jepang sebagai sekutu dekat Amerika Serikat untuk berbagi serta saling menyediakan dukungan logistik militer.

Melalui perjanjian tersebut, Seoul dan Tokyo dapat saling memasok berbagai kebutuhan operasional militer, termasuk bahan bakar, makanan, amunisi, serta dukungan logistik lainnya saat menjalankan operasi atau latihan bersama.




TERBARU

[X]
×