kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tambang Ilegal di Yunnan China Ambruk, Lima Orang Tewas


Minggu, 31 Mei 2026 / 18:11 WIB
Tambang Ilegal di Yunnan China Ambruk, Lima Orang Tewas
ILUSTRASI. Sebuah poros tambang ambruk saat berlangsungnya operasi penambangan ilegal di Provinsi Yunnan, wilayah barat daya China (DOK/Wikipedia.org)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sebuah poros tambang ambruk saat berlangsungnya operasi penambangan ilegal di Provinsi Yunnan, wilayah barat daya China, menewaskan lima orang dan melukai satu orang lainnya. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kecelakaan tambang paling mematikan di China sejak 2009 yang menewaskan sedikitnya 82 orang.

Menurut laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 waktu setempat pada Minggu (31/5) di Kabupaten Huize, Provinsi Yunnan. Otoritas setempat belum mengungkapkan jenis mineral yang sedang ditambang ketika kecelakaan terjadi.

Xinhua melaporkan bahwa enam orang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, hanya satu orang yang selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Korban yang selamat saat ini berada dalam kondisi stabil dan masih menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Ledakan Roket Blue Origin Ganggu Proyek Satelit Amazon dan Misi NASA

Pihak berwenang China telah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya poros tambang tersebut. Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden keselamatan kerja di sektor pertambangan negara tersebut.

Peristiwa di Yunnan terjadi tidak lama setelah ledakan gas mematikan di sebuah tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara, pada 22 Mei lalu. Dalam tragedi tersebut, sedikitnya 82 orang dilaporkan tewas, dua orang masih dinyatakan hilang, dan 128 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah China berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan tambang di Shanxi. Temuan awal dalam penyelidikan mengungkap adanya sejumlah pelanggaran serius, termasuk terowongan yang tidak tercatat, perangkat pelacak yang hilang, serta pintu palsu yang ditemukan di area tambang.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×