kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Anggaran Pertahanan Korea Selatan Bakal Naik 8,2% di Tahun 2026


Rabu, 01 Oktober 2025 / 10:39 WIB
Anggaran Pertahanan Korea Selatan Bakal Naik 8,2% di Tahun 2026
ILUSTRASI. Anggaran pertahanan Korea Selatan akan naik 8,2% menjadi 66,3 triliun won atau setara US$ 47,1 miliar di tahun 2026


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan bahwa anggaran pertahanan Korea Selatan untuk tahun 2026 akan naik sebesar 8,2% menjadi 66,3 triliun won atau setara US$ 47,1 miliar. 

Lee menambahkan bahwa perdamaian hanya mungkin terwujud jika negara memiliki fondasi keamanan yang kuat.

Lee menyampaikan rencana penambahan anggaran tersebut pada Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan, dan menyoroti pentingnya kemampuan bela diri.

"Momentum untuk kerja sama dan kemakmuran bersama melemah di seluruh dunia, dan kita memasuki era konflik yang semakin meningkat, di mana setiap orang berjuang untuk dirinya sendiri," kata Lee, Rabu (1/10/2025) seperti dikutip dari Reuters.

"Untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran bagi Republik Korea, kita tidak boleh bergantung pada siapa pun, melainkan memperkuat kekuatan kita sendiri," kata Lee, menggunakan nama resmi Korea Selatan.

Baca Juga: AS-Korea Selatan Sepakat Tak Gunakan Nilai Tukar untuk Keuntungan Dagang

Lee mengatakan, anggaran pertahanan tahun depan, dengan peningkatan yang "signifikan", akan difokuskan pada investasi teknologi mutakhir seperti drone dan robot.

Pemimpin Korea Selatan, yang sedang menjalin hubungan dengan Korea Utara, mengatakan bahwa perdamaian hanya mungkin terwujud dengan fondasi keamanan yang kuat. Ia mengatakan anggaran pertahanan negara sudah 1,4 kali lipat produk domestik bruto Korea Utara.

Lee menjabat sebagai presiden pada bulan Juni 2025, setelah pemilihan umum dadakan, menyusul jatuhnya presiden Yoon Suk Yeol, yang memberlakukan darurat militer singkat yang mendorong pengerahan pasukan dan helikopter militer ke parlemen dan gedung-gedung lainnya.

Lee mengatakan, reputasi militer telah mengalami "penurunan tanpa akhir" dan menyerukan agar militer mendapatkan kembali kepercayaan publik.

"Tentara yang seharusnya melindungi rakyat tidak boleh lagi menodongkan senjatanya kepada mereka," pungkas Lee.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×