Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen Jepang stabil pada perdagangan Selasa (11/8/2026) setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya. Intervensi bersama Amerika Serikat (AS) dan Jepang dinilai belum mampu memberikan dorongan yang bertahan lama terhadap yen.
Di sisi lain, dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam delapan pekan menjelang keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA).
Baca Juga: Terungkap! Trump Diam-diam Kabur dari Turki Pakai Pesawat Militer, Ada Ancaman Iran
Mengutip Reuters, yen menguat tipis ke level 158,93 per dolar AS pada perdagangan di Asia. Namun, posisi tersebut masih jauh dari level 155,20 per dolar AS yang dicapai pekan lalu setelah intervensi pembelian yen oleh AS dan Jepang pada akhir Juli.
Intervensi tersebut dilakukan setelah yen sebelumnya anjlok ke level terendah dalam 40 tahun, yakni 163,99 per dolar AS. Sejak itu, yen telah menghapus hampir separuh penguatan yang diperolehnya pascaintervensi.
Kondisi tersebut memicu spekulasi di pasar bahwa hanya masalah waktu sebelum otoritas Jepang dan AS kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing.
"Pasar sedang menguji keteguhan pejabat Jepang dan AS," ujar Marc Chandler, Chief Market Strategist Bannockburn Capital Markets.
Aktivitas perdagangan yen relatif tipis karena pasar Jepang tutup untuk libur nasional.
Baca Juga: Roket Long March 7A China Gagal Meluncur, Satelit ChinaSat-4B Tak Capai Orbit
Posisi Short Yen Menyusut Tajam
Data regulator AS menunjukkan spekulan memangkas posisi short terhadap yen dalam jumlah terbesar dalam lebih dari 12 tahun.
Posisi net short yen turun US$8,865 miliar menjadi US$3,604 miliar dalam sepekan hingga 4 Agustus.
Namun, analis memperkirakan spekulan berpotensi kembali membangun posisi short setelah efek intervensi mereda.
"Perjalanan ke depan mungkin tetap bergejolak," kata analis ING.
Menurut ING, yen masih berisiko kembali menyentuh level 160 per dolar AS pada suatu waktu bulan ini, bahkan jika Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga pada September dan Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga.
Data LSEG menunjukkan pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ hanya sedikit di atas 50%.
Langkah pengetatan BOJ juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya tekanan politik untuk mendukung pasar obligasi Jepang.
Baca Juga: Investor Ritel Mulai Jual Saham SpaceX di Bawah Harga IPO, Ada Apa?
RBA Jadi Perhatian Pasar
Perhatian investor selanjutnya beralih ke keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral Australia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, dengan fokus pasar tertuju pada komentar para pejabat terkait arah kebijakan selanjutnya.
Dolar Australia berada di level US$0,7057, mendekati level tertinggi dalam delapan pekan.
Carol Kong, Currency Strategist Commonwealth Bank of Australia mengatakan, RBA kemungkinan menekankan bahwa inflasi masih tinggi dan bank sentral siap kembali menaikkan suku bunga jika diperlukan.
"Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dapat mendorong kenaikan harga ke konsumen pada kuartal III 2026," ujarnya.
Namun, inflasi yang lebih rendah serta melemahnya pasar perumahan memberikan ruang bagi RBA untuk menilai dampak pengetatan kebijakan sebelumnya.
Sementara itu, dolar AS relatif stabil terhadap sebagian besar mata uang utama. Harga minyak yang bertahan di sekitar level tertinggi sepekan turut menjadi perhatian karena harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah semakin meredup.
Baca Juga: AS Perkuat Rantai Pasok, Investasi Asing di Sektor Manufaktur Meningkat
Euro berada di US$1,1544, sedangkan poundsterling berada di US$1,3509.
Investor juga menantikan data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Rabu (12/8). Data tersebut diperkirakan memberikan gambaran mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan harga.
Data Producer Price Index (PPI) akan menyusul pada Kamis (13/8), sementara laporan penjualan ritel AS pada Jumat (14/8) akan menjadi tambahan petunjuk mengenai arah inflasi dan kebijakan Federal Reserve.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
