Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Investor ritel mulai berbalik menjual saham SpaceX setelah berminggu-minggu menjadi salah satu kelompok yang paling aktif memborong saham segar tersebut.
Dalam laporan Reuters, data Vanda Research menunjukkan investor ritel mencatat penjualan bersih saham SpaceX sebesar US$4,5 juta atau sekitar Rp80,1 miliar pada Jumat (7/8).
Ini menjadi aksi jual bersih pertama sejak SpaceX resmi melantai di bursa pada 12 Juni 2026.
Perubahan tersebut terjadi ketika saham SpaceX masih berada di bawah harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
Harga IPO SpaceX ditetapkan sebesar US$135 per saham atau sekitar Rp2,40 juta. Namun, saham perusahaan masih belum mampu kembali ke level tersebut sejak pertengahan Juli.
Baca Juga: Intel Siapkan Aksi Jual Saham, Target Dana Tembus Rp267 Triliun
Saham SpaceX Sempat Naik 67% setelah IPO
Setelah IPO, harga saham perusahaan sempat melonjak hingga 67% di atas harga penawaran US$135 pada Juni. Namun, reli tersebut kemudian berbalik arah.
Saham SpaceX kehilangan seluruh keuntungan pasca-IPO dan pada Agustus sempat diperdagangkan lebih dari 22% di bawah harga debutnya.
Pada perdagangan terakhir, saham SpaceX naik 1,4% menjadi US$134,95, hanya sekitar US$0,05 di bawah harga IPO.
Dalam sepekan terakhir, saham tersebut bahkan melonjak hampir 23%. Meski demikian, SpaceX masih tercatat ditutup di bawah US$135 setiap hari sejak 16 Juli 2026.
Kondisi inilah yang membuat aksi investor ritel pada 7 Agustus menjadi perhatian. Mereka menjual saham ketika harga mulai mendekati level IPO.
Baca Juga: Belanja AI Membengkak, Kepercayaan Investor terhadap Tesla Diuji
Investor Mulai Ambil Untung dan Kurangi Risiko
Analis pasar eToro, Sam North, menilai perubahan dari aksi beli menuju aksi jual tidak selalu disebabkan oleh satu faktor.
Menurutnya, kondisi tersebut biasanya merupakan kombinasi dari aksi ambil untung, kelelahan mempertahankan posisi, serta evaluasi ulang terhadap potensi risiko dan keuntungan.
"Perubahan dari pembelian bersih yang terus-menerus menjadi penjualan jarang disebabkan oleh satu katalis. Biasanya merupakan kombinasi aksi ambil untung, kelelahan memegang posisi, dan investor menilai kembali risiko serta imbal hasil," ujar North, dikutip Reuters.
Ia juga menilai waktu terjadinya aksi jual tersebut cukup menarik.
Investor ritel melepas saham ketika harga SpaceX sedang mengalami pemulihan dan kembali mendekati harga IPO.
"Ini lebih terlihat seperti investor memanfaatkan penguatan harga untuk mengambil sebagian keuntungan daripada aksi jual karena panik," katanya.
Baca Juga: SpaceX Tertekan, Potensi Aksi Jual Orang Dalam Bayangi Pergerakan Saham
Jai Malhi, senior equity strategist Vanda, memperkirakan investor ritel rata-rata membeli saham SpaceX pada harga US$147 atau sekitar Rp2,62 juta sejak perusahaan melakukan IPO.
Harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan harga saham SpaceX saat ini.
Dengan demikian, sebagian investor kemungkinan memilih menjual ketika harga mulai mendekati US$135 untuk mengurangi kerugian atau mengamankan posisi setelah harga saham mengalami pemulihan.
Meski demikian, nilai penjualan bersih US$4,5 juta masih tergolong kecil dibandingkan aktivitas investor ritel sebelumnya.
Baca Juga: Elon Musk Bantah Kabar Tesla Pisahkan Bisnis di China demi Merger dengan SpaceX













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
