kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Elon Musk Bantah Kabar Tesla Pisahkan Bisnis di China demi Merger dengan SpaceX


Minggu, 02 Agustus 2026 / 09:49 WIB
Elon Musk Bantah Kabar Tesla Pisahkan Bisnis di China demi Merger dengan SpaceX
ILUSTRASI. CEO Tesla Elon Musk membantah laporan yang menyebut para eksekutif Tesla telah diminta menyiapkan pemisahan bisnis perusahaan di China  (Dok. Reuters/Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO Tesla Elon Musk membantah laporan yang menyebut para eksekutif Tesla telah diminta menyiapkan pemisahan bisnis perusahaan di China sebagai langkah awal menuju potensi merger dengan perusahaan antariksa miliknya, SpaceX.

Musk menyebut laporan tersebut sebagai berita palsu atau fake news.

Mengutip Reuters, Kamis (30/7/2026), Wall Street Journal melaporkan para penasihat Tesla telah membahas sejumlah opsi terkait bisnis perusahaan di China, termasuk melakukan pemisahan usaha (spin-off), penjualan, atau bahkan penutupan operasional. Namun, laporan itu juga menyebut belum jelas seberapa cepat langkah tersebut dapat dilakukan dan rencana tersebut masih bisa berubah.

Menanggapi laporan tersebut melalui akun media sosial X miliknya, Musk membantah keras adanya pembahasan tersebut.

"Hal itu sama sekali tidak pernah muncul dalam pembahasan apa pun. Berita palsu yang benar-benar tidak masuk akal," kata Musk.

Laporan mengenai kemungkinan penggabungan Tesla dan SpaceX kembali menjadi sorotan karena kedua perusahaan tersebut memiliki keterkaitan bisnis yang semakin besar.

Namun, merger antara Tesla dan SpaceX diperkirakan akan menghadapi tantangan geopolitik dan regulasi yang kompleks, terutama di China. Hal itu disebabkan SpaceX merupakan kontraktor utama pertahanan Amerika Serikat yang terlibat dalam program keamanan nasional dan satelit, sementara Tesla mengoperasikan fasilitas manufaktur yang sepenuhnya dimiliki sendiri di China.

Hingga berita ini ditulis, Tesla maupun SpaceX belum memberikan tanggapan resmi di luar pernyataan Musk.

Meski muncul laporan tersebut, saham Tesla tercatat naik sekitar 2% pada perdagangan prapasar (premarket).

Baca Juga: Penjualan Global BYD Naik 21,8% pada Juli 2026, Ditopang Lonjakan Ekspor

Spekulasi merger kembali menguat

Spekulasi mengenai kemungkinan penggabungan Tesla dan SpaceX sebenarnya telah lama beredar di kalangan investor dan analis. Pembahasan tersebut semakin menguat selama proses penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang dikabarkan bernilai sekitar US$ 75 miliar.

Pekan lalu, Musk juga tidak menutup kemungkinan terjadinya merger antara Tesla dan SpaceX. Menurutnya, aktivitas bisnis kedua perusahaan semakin saling berkaitan.

Menurut laporan Wall Street Journal, dalam beberapa tahun terakhir Musk juga telah menginstruksikan para eksekutif Tesla untuk mengelola bisnis perusahaan di Amerika Serikat dan China secara terpisah dengan pemisahan yang sangat jelas (laser separation).

Langkah itu bertujuan agar apabila terjadi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, setidaknya bisnis Tesla di Amerika Serikat tetap dapat bertahan.

Berbeda dengan banyak produsen mobil asing lainnya, bisnis kendaraan Tesla di China tidak dibentuk melalui skema perusahaan patungan (joint venture) dengan mitra lokal.

Gigafactory Shanghai menjadi pilar utama Tesla

Pabrik Gigafactory Shanghai hingga kini masih menjadi fasilitas produksi terbesar sekaligus paling produktif milik Tesla di dunia. Pabrik tersebut juga menjadi pusat ekspor utama perusahaan ke Eropa, Kanada, dan kawasan Asia-Pasifik.

Secara historis, fasilitas tersebut menyumbang lebih dari separuh total pengiriman kendaraan Tesla secara global dengan kapasitas produksi tahunan melebihi 950.000 unit.

Kekhawatiran keamanan nasional

Analis JPMorgan menilai rencana merger Tesla dan SpaceX akan menghadapi hambatan besar dalam memperoleh persetujuan regulator, terutama di China.

Menurut JPMorgan, hubungan erat SpaceX dengan pemerintah Amerika Serikat berpotensi memunculkan kekhawatiran terkait keamanan nasional sehingga dapat menyulitkan proses persetujuan di China.

Selain menjadi basis ekspor utama Tesla, China juga merupakan pasar terbesar kedua perusahaan setelah Amerika Serikat. Namun, Tesla menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik lokal seperti BYD.

Laporan Wall Street Journal juga menyebut para eksekutif Tesla telah membahas pembentukan entitas penjualan terpisah untuk menangani ekspor kendaraan dari pabrik Shanghai.

Selain itu, Tesla disebut mempertimbangkan pembentukan sistem perkantoran yang terpisah sehingga karyawan yang berbasis di China tidak dapat mengakses secara langsung unit bisnis Tesla di negara lain.

Baca Juga: Jepang dan AS Diduga Intervensi Pasar Valas, Yen Menguat dari Titik Terlemah 40 Tahun

Presiden sekaligus Chief Operating Officer SpaceX, Gwynne Shotwell, sebelumnya juga mengakui terdapat potensi manfaat apabila kedua perusahaan digabungkan.

"Menggabungkan kedua perusahaan mungkin bisa membuat kehidupan Elon sedikit lebih mudah dengan menyederhanakan pengelolaan seluruh bisnisnya," ujar Shotwell kepada CNBC pada Juni lalu.

China menjadi basis produksi paling efisien

Melalui operasionalnya di China, Tesla berhasil mencapai biaya produksi terendah untuk Model 3 dan Model Y berkat dukungan lebih dari 400 pemasok lokal.

Seorang eksekutif Tesla China sebelumnya mengatakan lebih dari 60 pemasok tersebut juga memasok komponen bagi operasi Tesla di berbagai negara.

Pada Juni, pengiriman Model 3 dan Model Y buatan China meningkat 24,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan dan ekspor dari pabrik Shanghai pada kuartal II 2026 naik 32,8% secara tahunan.

Tesla juga menyatakan lebih dari 95% komponen yang digunakan dalam Model 3 dan Model Y terbaru yang diproduksi di China berasal dari pemasok lokal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×