Sumber: BBC,Bloomberg | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Elon Musk kembali kehilangan status sebagai triliuner dunia setelah reli saham SpaceX berbalik arah hanya beberapa hari setelah perusahaan antariksa tersebut melantai di bursa saham.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index yang diperbarui pada Rabu (24/6/2026) pukul 04.30 WIB, total kekayaan Musk tercatat sebesar US$957 miliar atau sekitar Rp17.186 triliun.
Nilai tersebut turun dari sekitar US$1,11 triliun kurang dari dua pekan sebelumnya, ketika Musk menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun berkat IPO SpaceX.
Meski kehilangan status tersebut, Musk masih menjadi orang terkaya di dunia.
Baca Juga: Mukesh Ambani Turun Kasta, Ini Konglomerat Jepang yang Jadi Orang Terkaya di Asia
IPO SpaceX Sempat Dongkrak Kekayaan Elon Musk
SpaceX resmi melantai di bursa Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan harga IPO US$135 per saham dan dibuka di level US$150.
Pencatatan saham tersebut langsung mengerek valuasi SpaceX menjadi lebih dari US$1,77 triliun.
Karena Elon Musk menguasai sekitar 42% saham SpaceX, lonjakan valuasi itu otomatis mengangkat kekayaan pribadinya hingga menembus US$1 triliun.
Euforia investor bahkan terus berlanjut. Pada 16 Juni 2026, saham SpaceX mencapai rekor US$225,64 per saham sehingga total kekayaan Musk sempat melonjak hingga sekitar US$1,32 triliun.
Saham SpaceX Berbalik Turun 35%
Dalam waktu kurang dari sepekan, saham SpaceX terkoreksi sekitar 35%, dari kisaran US$225 menjadi sempat menyentuh sekitar US$147 sebelum diperdagangkan di kisaran US$156.
Koreksi tersebut menghapus lebih dari US$600 miliar atau sekitar Rp10.776 triliun dari valuasi SpaceX hanya dalam beberapa hari perdagangan.
Meskipun harga IPO ditetapkan di US$135 per saham, tingginya permintaan membuat banyak investor memperoleh saham di kisaran US$150 atau lebih tinggi.
Baca Juga: Pantauan Performa Saham Magnificent Seven: Masih Layak Dikoleksi?
Kekayaan Elon Musk Sangat Bergantung pada SpaceX
Berbeda dengan banyak miliarder lain yang memiliki portofolio lebih beragam, sebagian besar kekayaan Elon Musk berasal dari kepemilikan saham di dua perusahaan.
Sekitar 80% kekayaannya berasal dari SpaceX, sementara sisanya didominasi oleh kepemilikan saham Tesla.
Komposisi tersebut membuat perubahan harga saham kedua perusahaan langsung berdampak besar terhadap nilai kekayaan Musk.
Pada perdagangan Senin (22/6/2026) saja, penurunan sekitar 16% saham SpaceX diperkirakan menghapus sekitar US$240 miliar dari kekayaan Musk dalam sehari.
Meski demikian, peluang Elon Musk kembali menyandang status triliuner masih terbuka.
Bloomberg memperkirakan kenaikan sekitar 6% pada harga saham SpaceX sudah cukup untuk mengangkat kembali total kekayaan Musk melewati US$1 triliun.
Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan














