Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing (valas) untuk menghentikan pelemahan mata uang yen yang sempat menyentuh level terendah dalam hampir 40 tahun terhadap dolar AS.
Mengutip laporan Reuters, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dijadwalkan mengumumkan pada Senin (3/8) bahwa Tokyo dan Washington telah mengambil langkah bersama di pasar mata uang guna menahan laju depresiasi yen.
Dua pejabat pemerintah Jepang yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Katayama diperkirakan akan menegaskan komitmen kedua negara untuk mengatasi pelemahan yen yang dinilai sudah berlebihan.
Sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengingat sensitivitas isu tersebut.
Salah satu sumber, ketika ditanya apakah Katayama akan mengumumkan adanya "aksi bersama", menjawab, "Ya. Operasi tersebut masih berlangsung."
Baca Juga: Iran Ancam Balas AS, Ketegangan Timur Tengah Picu Risiko Pasokan Minyak
Hingga Minggu (2/8/2026), Kementerian Keuangan Jepang belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan. Sementara itu, pejabat Departemen Keuangan AS juga belum merespons permintaan komentar dari Reuters.
Intervensi Bersama Pertama Sejak 2011
Pengumuman tersebut muncul setelah pelaku pasar melaporkan adanya serangkaian aksi pembelian yen di pasar oleh otoritas Jepang dan Amerika Serikat.
Jika dikonfirmasi, langkah ini akan menjadi intervensi bersama pertama kedua negara sejak 2011.
Aksi tersebut bertujuan mengangkat nilai tukar yen setelah mata uang Jepang itu jatuh ke level terendah terhadap dolar AS sejak 1986.
Seorang sumber pasar mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Jepang melakukan intervensi dengan membeli yen dan menjual dolar AS di pasar New York beberapa jam pada Kamis lalu.
Langkah tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum keputusan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat untuk mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil, namun sekaligus memberi sinyal adanya peluang kuat kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia Gagal, Posisi Gianni Infantino Terancam
Sikap Pemerintah AS
Sinyal dukungan dari pemerintah AS juga terlihat dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Pekan lalu, Bessent mengatakan bahwa "menurut saya yen tampak sangat undervalued (terlalu murah)."
Dalam sebuah foto Reuters saat rapat kabinet pada Jumat, terlihat catatan yang dibawa Bessent bertuliskan "Daftar Tugas", diikuti poin "Beli Yen Jepang (JPY) senilai US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar."
Selain itu, pada Jumat, Departemen Keuangan AS juga menginformasikan kepada sejumlah bank bahwa pemerintah mungkin akan melakukan intervensi di pasar yen dan meminta mereka untuk "bersiap menghadapi kemungkinan tindakan lanjutan."
Langkah tersebut semakin memperkuat spekulasi pasar bahwa Washington dan Tokyo tengah berkoordinasi untuk menstabilkan nilai tukar yen di tengah tekanan kuat dari penguatan dolar AS dan perbedaan arah kebijakan moneter kedua negara.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
