kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

SpaceX Tertekan, Potensi Aksi Jual Orang Dalam Bayangi Pergerakan Saham


Kamis, 06 Agustus 2026 / 23:20 WIB
SpaceX Tertekan, Potensi Aksi Jual Orang Dalam Bayangi Pergerakan Saham
ILUSTRASI. Hari penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite, New York City, AS, 12 Juni 2026. (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. SpaceX kembali menghadapi tekanan di pasar saham. Setelah kinerja sahamnya tersendat sejak melantai di bursa, kini investor dibayangi potensi aksi jual dari pemegang saham internal seiring berakhirnya sebagian masa penguncian saham atau lock-up period.

Pada perdagangan Kamis (6/8/2026), saham SpaceX turun 1,3% ke level US$ 106,45. Pelemahan ini terjadi ketika pasar mengantisipasi kemungkinan meningkatnya pasokan saham dari para eksekutif, karyawan, dan investor awal perusahaan.

Dalam penawaran umum perdana (IPO), pemegang saham internal umumnya dilarang menjual sahamnya selama sekitar 180 hari untuk menjaga stabilitas harga saham dan mengurangi gejolak di pasar. Namun, SpaceX menerapkan skema yang berbeda.

Baca Juga: Goldman Sachs Peringatkan Potensi Aksi Jual Saham US$ 80 Miliar, Kripto Terancam?

Mulai Kamis, atau hari perdagangan kedua setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II, hingga 20% dari saham yang sebelumnya terkunci dapat mulai diperdagangkan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar karena berpotensi menambah jumlah saham yang beredar dan meningkatkan tekanan jual.

Analis menilai berakhirnya sebagian masa lock-up memang tidak otomatis membuat para pemegang saham internal melepas kepemilikannya.

Namun, peluang tersebut tetap menjadi perhatian karena sebagian investor awal maupun karyawan bisa memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan atau mengalihkan dana ke instrumen investasi lain.

"Tambahan pasokan saham berpotensi membuat volatilitas tetap tinggi, meski aksi jual besar-besaran belum tentu terjadi," ujar Carolane de Palmas, analis pasar ActivTrades.

Baca Juga: Dilanda Aksi Jual Asing, Cermati Rekomendasi Saham BBCA

Prospek bertambahnya pasokan saham ini memperpanjang tantangan yang dihadapi SpaceX sejak melantai di bursa.

Selain masih berupaya membangun kepercayaan investor pasca-IPO, perusahaan kini juga harus menghadapi risiko tekanan harga akibat potensi meningkatnya aksi jual dari pemegang saham internal.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×