kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Saham Korea Selatan Tekan Bursa Asia, Aksi Jual Saham Chip Picu Volatilitas Pasar


Kamis, 16 Juli 2026 / 16:41 WIB
Saham Korea Selatan Tekan Bursa Asia, Aksi Jual Saham Chip Picu Volatilitas Pasar
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea (AFP/JUNG YEON-JE)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (16/7/2026), dengan saham Korea Selatan menjadi penekan utama setelah aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor memicu kejatuhan indeks acuan KOSPI.

Mengutip Reuters, indeks MSCI Emerging Markets Asia turun 1,4%, terseret pelemahan pasar saham Korea Selatan.

Baca Juga: Iran Sebut Selat Hormuz Garis Merah, Ancam Serang Kawasan Jika AS Menyerang

Indeks KOSPI ditutup anjlok 6,4%, menghapus seluruh kenaikan yang dibukukan pada sesi sebelumnya.

Penurunan tajam tersebut juga memicu mekanisme sidecar, yakni penghentian sementara perdagangan program (program trading) di KOSPI maupun indeks Kosdaq untuk meredam gejolak pasar.

Aksi jual terutama menghantam dua raksasa semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, yang masing-masing merosot 11,5% dan 8,8%.

Kedua saham tersebut memiliki bobot lebih dari separuh kapitalisasi indeks KOSPI sehingga pergerakannya sangat memengaruhi arah pasar.

Analis menilai volatilitas pasar saham Korea Selatan juga diperparah oleh keberadaan exchange traded fund (ETF) berbasis leverage yang memiliki eksposur besar terhadap Samsung Electronics dan SK Hynix.

Baca Juga: Saham SpaceX Turun di Bawah Harga IPO, Investor Waspada

Mekanisme pembelian dan penjualan otomatis pada ETF tersebut memperbesar fluktuasi harga kedua saham dan indeks KOSPI.

Merespons kondisi tersebut, regulator keuangan Korea Selatan mengumumkan serangkaian langkah untuk meredam volatilitas pasar yang dipicu ETF leverage berbasis saham tunggal serta mengurangi potensi kerugian investor.

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan bertahan di kisaran 1.483,60 per dolar AS, tidak jauh dari level tertinggi sejak pertengahan Mei.

Pergerakan ini terjadi setelah Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya sejak Januari 2023 guna menopang nilai tukar won.

Baca Juga: Nikkei Ditutup Melemah 2,8%, Saham Chip Kompak Turun Meski TSMC Cetak Kinerja Moncer

TSMC angkat pasar Taiwan

Di Taiwan, indeks saham ditutup relatif datar setelah sempat turun hingga 1,5% pada sesi perdagangan.

Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) justru naik 1,2% sebelum perusahaan melaporkan lonjakan laba bersih kuartal II sebesar 77% secara tahunan, jauh melampaui ekspektasi pasar.

Sebagai produsen chip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama bagi Nvidia serta Apple, TSMC menyumbang sekitar 43% bobot indeks saham Taiwan.

Baca Juga: Laba Melonjak 77%, TSMC Bakal Tambah Investasi US$ 100 Miliar di AS

Bursa Singapura akhiri reli

Di Singapura, indeks FTSE Straits Times turun 0,6%, mengakhiri reli selama 10 sesi berturut-turut yang sebelumnya mengantarkan indeks ke rekor tertinggi.

"Penurunan hari ini terutama dipicu aksi ambil untung setelah reli kuat yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir," kata Ernest Chew, Head of ASEAN Equities BNP Paribas Asset Management.

Meski terkoreksi, indeks acuan Singapura masih mencatat kenaikan hampir 19% sejak awal tahun, setelah menguat 22,7% pada 2025 dan 16,9% pada 2024.

Andy Wong, Executive Director Equity Research OCBC Group Research menilai, prospek pasar saham Singapura tetap positif.

Menurutnya, peningkatan jumlah penawaran saham perdana (IPO) dalam beberapa bulan mendatang akan memperluas pilihan investasi di pasar modal Singapura.

Selain itu, penguatan dolar Singapura dan tingkat dividen yang menarik diperkirakan akan mendorong masuknya lebih banyak dana investasi regional maupun global.

Baca Juga: Ekonomi Inggris Tumbuh 0,1% pada Mei, Didorong Sektor Jasa

Bursa Asia Tenggara menguat

Berbeda dengan Korea Selatan dan Singapura, mayoritas bursa Asia Tenggara justru ditutup menguat.

Indeks saham Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina seluruhnya mencatat kenaikan.

Bursa Efek Indonesia bahkan memperpanjang reli menjadi enam sesi berturut-turut.

Di pasar mata uang, mata uang kawasan relatif stabil karena dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam satu bulan setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Indeks mata uang negara berkembang versi MSCI juga sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir satu bulan pada perdagangan Asia.

Baht Thailand sempat melemah ke level terendah sejak akhir April di 33,675 per dolar AS sebelum memangkas pelemahannya, sedangkan ringgit Malaysia menguat tipis ke 4,068 per dolar AS.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×