kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Pembukaan Kembali Selat Hormuz


Kamis, 06 Agustus 2026 / 05:33 WIB
Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Pembukaan Kembali Selat Hormuz
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8/2026).

Minyak Brent menguat tipis, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah, seiring pelaku pasar menimbang peluang meredanya konflik Amerika Serikat (AS)-Iran yang berpotensi memulihkan arus pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Emas Bersinar, Cetak Kenaikan Harian Terbesar Sejak Februari

Mengutip Reuters, harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober naik 9 sen atau 0,11% menjadi US$ 79,45 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI untuk pengiriman September turun 55 sen atau 0,73% ke US$ 75,22 per barel.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan telah berlangsung negosiasi sepanjang hari dengan Iran pada Selasa (4/8), yang menurutnya berjalan positif.

Namun, Trump juga memperingatkan bahwa Washington akan bertindak "sangat keras" terhadap Teheran apabila kesepakatan gagal tercapai.

Di sisi lain, Iran membantah adanya perundingan damai dengan AS. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai pengelolaan Selat Hormuz, dengan pengumuman bersama tengah disiapkan.

Sebelum konflik pecah pada akhir Februari, sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Naik, Aktivitas Kilang Melambat dan Impor Meningkat

Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, pasar masih bersikap optimistis, tetapi tetap berhati-hati terhadap perkembangan negosiasi tersebut.

"Kesepakatan ini tampaknya masih rapuh seperti berbagai kesepakatan sebelumnya, dan kita tahu sebagian besar tidak bertahan lama," ujarnya.

Sebelumnya, laporan mengenai kemajuan upaya mengakhiri konflik mendorong harga minyak anjlok sekitar 5% pada Selasa (4/8), dengan Brent ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Analis IG menilai titik krusial negosiasi terletak pada apakah Iran tetap bersikeras mempertahankan tingkat kendali tertentu atas Selat Hormuz dan apakah AS akan menolak tuntutan tersebut.

Baca Juga: Rusia - Ukraina Saling Serang di Laut Hitam, Pasokan Gandum & Minyak Terganggu

Persediaan Minyak AS Naik

Pergerakan harga minyak juga tertekan oleh meningkatnya persediaan minyak mentah AS.

Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS bertambah 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan lalu.

Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan persediaan sebesar 1,5 juta barel.

Baca Juga: Dolar AS Diproyeksi Tetap Kuat, Intervensi Jepang Dinilai Tak Cukup Selamatkan Yen

Peningkatan stok terjadi karena kilang mengurangi tingkat pengolahan minyak, sementara impor minyak mentah juga naik tipis.

Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan, tekanan terhadap harga WTI semakin besar setelah persediaan minyak di pusat distribusi Cushing, Oklahoma, meningkat lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Meski demikian, penurunan harga minyak tertahan oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan di sejumlah jalur pelayaran utama.

Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan ekspor minyak utama negara tersebut.

Selain itu, meningkatnya serangan terhadap kapal, pelabuhan, dan terminal ekspor di Laut Hitam turut mengganggu distribusi komoditas global.

Baca Juga: Serangan Houthi ke Kapal Tanker Saudi Picu Kenaikan Harga Minyak Tembus US$ 80

Gangguan juga meluas ke Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur utama ekspor minyak Kazakhstan, yang beberapa kali menghentikan operasional pekan ini akibat masalah keamanan dan terbatasnya ketersediaan kapal tanker.

Sementara itu, China kembali melonggarkan pembatasan ekspor bahan bakar pada Agustus, yang berpotensi menambah pasokan produk olahan minyak ke pasar global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×