kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.870   12,00   0,07%
  • IDX 6.053   -63,85   -1,04%
  • KOMPAS100 792   -2,06   -0,26%
  • LQ45 598   -1,48   -0,25%
  • ISSI 211   -2,42   -1,13%
  • IDX30 338   -0,79   -0,23%
  • IDXHIDIV20 413   -2,42   -0,58%
  • IDX80 90   -0,22   -0,25%
  • IDXV30 111   -1,14   -1,02%
  • IDXQ30 108   0,02   0,02%

Harga Minyak Turun 1%, Investor Fokus pada Selat Hormuz Usai Perundingan Perdamaian


Selasa, 23 Juni 2026 / 13:43 WIB
Harga Minyak Turun 1%, Investor Fokus pada Selat Hormuz Usai Perundingan Perdamaian
ILUSTRASI. Harga minyak turun 1% dan melanjutkan koreksi setelah ambles lebih dari 3% pada perdagangan Senin (22/6/2026)  (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak ambles lebih dari 1% pada hari ini, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya, karena adanya tanda-tanda kemajuan dalam memulihkan aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz setelah perundingan perdamaian AS-Iran.

Selasa (23/6/2026) pukul 13.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun US$ 1,09 atau 1,4% menjadi US$ 76,81 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Intermediate Texas (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 anjlok 87 sen atau 1,2% menjadi US$ 72,99 per barel. 

Harga minyak turun lebih dari 3% pada hari Senin (22/6/2026) setelah Amerika Serikat memberikan Iran pengecualian sanksi selama 60 hari setelah pembicaraan perdamaian awal, dan karena para pejabat melaporkan adanya jeda dalam permusuhan di Lebanon di bawah kesepakatan yang lebih luas.

"Peningkatan bertahap aliran minyak melalui Selat Hormuz terus membebani pasar," kata analis ING dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1%, Terseret Penguatan Dolar AS di Siang Ini (23/6)

Dua kapal tanker minyak mentah dengan muatan hampir 2 juta barel minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada hari Senin, menurut data pelacakan kapal, sebagai tanda bahwa lalu lintas mulai meningkat setelah aliran yang lebih lemah pada hari Minggu karena kekhawatiran tentang lalu lintas melalui jalur air tersebut.

"Transit dalam beberapa hari terakhir tampaknya meningkat tajam, (yang) akan dianggap pasar sebagai indikator baik untuk minyak fisik, mungkin minyak kertas, dan kemajuan diplomatik," kata kepala riset Sparta Commodities, Neil Crosby, dalam sebuah catatan. 

"Rasanya kita akan terjebak dalam suasana bearish-risk-off/optimistis ini sampai ada perubahan."

Penurunan harga terjadi setelah akhir pekan yang tampaknya membahayakan kesepakatan yang baru berusia seminggu itu, termasuk ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk memulai kembali perang jika Iran mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz setelah Teheran menyatakan jalur air strategis itu ditutup.

"Masih terdapat skeptisisme pasar yang meluas, yang berakar pada ketidakpercayaan yang mendalam antara Washington dan Teheran, yang menunjukkan bahwa kembalinya harga minyak ke level sebelum perang kemungkinan akan tertunda dan bukan terjadi secara langsung," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

Secara terpisah, analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah AS telah turun minggu lalu, bersamaan dengan persediaan distilat dan bensin.

Pada hari Senin, data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah AS di Cadangan Minyak Strategis turun menjadi 331,2 juta barel minggu lalu, terendah sejak Juni 1983, karena pasokan semakin ketat setelah konflik AS-Iran. 




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×