kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga Minyak Turun Tipis, Harapan Damai Iran Redakan Ketegangan Pasokan Global


Jumat, 17 April 2026 / 15:18 WIB
Harga Minyak Turun Tipis, Harapan Damai Iran Redakan Ketegangan Pasokan Global
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga minyak dunia mulai melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026), seiring meningkatnya harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah yang selama ini menekan pasokan global.

Prospek pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sentimen utama yang mendorong penurunan harga.

Mengacu data perdagangan awal, harga minyak mentah Brent turun 0,61% ke level US$ 98,78 per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi lebih dalam 0,94% ke US$ 93,8 per barel, memangkas sebagian penguatan pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis, Investor Menanti Laporan Pasokan Minyak

Pelemahan ini terjadi di tengah optimisme bahwa konflik kawasan mulai mereda. 

Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel menjadi sinyal awal deeskalasi, ditambah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang pertemuan dengan Iran dalam waktu dekat.

"Kami akan lihat nanti, tapi saya rasa kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan dengan Iran," ujar Trump.

Konflik Iran sebelumnya berdampak besar terhadap pasar energi global. Penutupan Selat Hormuz selama tujuh pekan telah mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia, jalur vital distribusi energi global.

Analis memperkirakan gangguan tersebut setara dengan sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak yang terhambat. 

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Cermati Dampak Badai Dingin dan Risiko Geopolitik

Kondisi ini sempat mendorong lonjakan harga minyak hingga 50% sepanjang Maret, bahkan sempat menembus level psikologis US$100 per barel.

Kini, dengan mulai terbukanya peluang diplomasi, kekhawatiran pasar perlahan mereda. Harga minyak pun kembali bergerak di kisaran US$90 per barel dalam sepekan terakhir.

Jalan Damai Masih Penuh Kompromi

Meski sinyal positif menguat, jalan menuju perdamaian belum sepenuhnya mulus. Salah satu isu krusial adalah komitmen Iran terkait kepemilikan senjata nuklir. 

Trump menyebut Teheran menawarkan untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun, sebuah konsesi yang dinilai signifikan.

Namun, sumber dari Iran menyebutkan bahwa negosiasi saat ini cenderung diturunkan skalanya. 

Alih-alih kesepakatan damai permanen, kedua pihak lebih realistis dengan mendorong nota kesepahaman sementara guna mencegah konflik kembali pecah.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis Rabu (18/2), di Tengah Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran

Di sisi lain, operasi militer Israel di Lebanon masih menjadi batu sandungan dalam proses diplomasi yang diinisiasi Washington.

Pergerakan harga minyak saat ini mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati. Di satu sisi, ada harapan besar terhadap stabilitas pasokan jika konflik mereda. Namun di sisi lain, ketidakpastian hasil negosiasi membuat pelaku pasar belum sepenuhnya yakin.

Jika pembicaraan damai benar-benar menghasilkan kesepakatan, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut. 

Sebaliknya, kegagalan diplomasi bisa kembali memicu lonjakan harga akibat risiko gangguan pasokan yang kembali membesar.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Harapan Negosiasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

Untuk saat ini, pasar energi global berada di persimpangan: antara harapan damai dan risiko konflik yang belum sepenuhnya reda.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×