Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak turun pada Kamis (26/2/2026) karena persediaan minyak mentah AS meningkat dengan kenaikan tertinggi dalam tiga tahun dan tanda-tanda kelemahan di pasar minyak fisik menekan Harga. Sementara para pedagang menilai apakah pembicaraan AS-Iran dapat mencegah konflik militer yang mengancam pasokan.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent diperdagangkan pada US$ 70,03 per barel, turun 82 sen, atau 1,16%, pada pukul 1021 GMT. Kontrak berjangka WTI turun 79 sen, atau 1,2%, menjadi US$ 64,63 per barel.
Data Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu menunjukkan, persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 16 juta barel minggu lalu, yang tertinggi dalam tiga tahun.
Baca Juga: Sepatu On Bangun Pabrik Robot di Korea Selatan, Strategi Pangkas Risiko Rantai Pasok
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, kelemahan di pasar minyak fisik Laut Utara membebani harga minyak. Ia menambahkan bahwa pasar akan fokus pada hasil putaran ketiga pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan pada hari Kamis.
Pasar fisik North Sea menopang kontrak berjangka Brent. Harga minyak berjangka telah naik sekitar 15% sejauh ini pada tahun 2026, karena kekhawatiran akan konflik militer antara AS dan Iran mengimbangi ekspektasi kelebihan pasokan.
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan delegasi Iran di Jenewa.
Selain itu, dari sisi pasokan, Arab Saudi meningkatkan produksi dan ekspor minyak sebagai rencana darurat jika serangan AS terhadap Iran mengganggu pasokan dari Timur Tengah, kata dua sumber yang mengetahui rencana tersebut pada hari Rabu.
OPEC+, yang merupakan kelompok anggota OPEC dan sekutu termasuk Rusia, kemungkinan akan mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyaknya sebesar 137.000 barel per hari untuk bulan April, kata tiga sumber yang mengetahui pemikiran OPEC+ saat kelompok tersebut bersiap untuk puncak permintaan musim panas dan kenaikan harga akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Targetkan Laba Tiga Kali Lipat pada 2028, Grab Andalkan AI dan Ekspansi Layanan
Harga Brent naik pada hari Senin ke level tertinggi sejak 31 Juli karena Washington menempatkan pasukan militer di Timur Tengah untuk menekan Iran agar bernegosiasi mengakhiri program nuklir dan rudal balistiknya.
Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan dari Iran, produsen minyak mentah terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan eksportir Timur Tengah lainnya.
"Hasil pembicaraan nuklir AS-Iran hari ini akan menjadi kunci arah harga minyak ..." kata analis ING dalam sebuah catatan.
"Resolusi yang konstruktif kemungkinan akan mendorong pasar untuk secara bertahap mengurangi premi risiko hingga $10 per barel, yang menurut kami saat ini sudah diperhitungkan."













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)