kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Harga Minyak Turun 5%, Investor Menanti Perkembangan Kesepakatan Damai AS-Iran


Kamis, 28 Mei 2026 / 06:15 WIB
Harga Minyak Turun 5%, Investor Menanti Perkembangan Kesepakatan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak turun 5% pada Rabu (27/5/2026) karena investor menunggu perkembangan kerangka kesepakatan AS-Iran. (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak turun 5% ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada Rabu (27/5/2026) karena investor menunggu perkembangan kerangka kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri konflik mereka dan membuka kembali Selat Hormuz. 

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun US$ 5,29, atau 5,31%, menjadi US$ 94,29 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun US$ 5,21, atau 5,55%, menjadi US$ 88,68. 

Kedua bechmark tersebut menyentuh titik terendah dalam sebulan sebelumnya pada sesi perdagangan dan ditutup pada titik terendah sejak 17 April. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan telah ada beberapa kemajuan dalam negosiasi dengan Iran menuju kesepakatan. Namun, Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran masih memiliki masalah yang perlu diselesaikan dalam pembicaraan damai, sementara Fars News Iran mengatakan masih ada masalah yang belum terselesaikan. 

Baca Juga: Trump Bantah Iran-Oman Akan Kendalikan Selat Hormuz, Ancam Oman dalam Negosiasi

Washington juga membantah laporan televisi pemerintah Iran tentang kesepakatan kerangka kerja untuk memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz dalam waktu satu bulan dan untuk mencabut blokade angkatan laut AS terhadap kapal-kapal Iran. 

AS akan menarik pasukan militer dari sekitar Iran dan mencabut blokade angkatan lautnya, kata televisi pemerintah Iran, menambahkan bahwa pengelolaan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan ditangani oleh Iran bekerja sama dengan Oman.

"Seorang pemimpin dari militer Iran menyatakan bahwa kemungkinan kembali berperang rendah, yang membuat banyak pedagang percaya bahwa kesepakatan perdamaian semakin dekat... Tampaknya pasokan global yang sangat ketat yang telah diperhitungkan dalam minyak mentah mulai berkurang," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial. 

Data pengiriman menunjukkan, lalu lintas melalui Selat Hormuz juga berlanjut dengan sebuah kapal tanker produk minyak yang dioperasikan oleh grup pelayaran China COSCO yang sedang dalam proses melintasi titik sempit tersebut pada hari Rabu, setelah dua kapal tanker minyak mentah berlayar pada hari sebelumnya, meskipun lalu lintas minyak secara keseluruhan masih terbatas.

"Peningkatan aktivitas pengiriman memperkuat harapan bahwa jalur air penting tersebut secara bertahap dapat dibuka kembali, berpotensi memulihkan aliran energi global yang terganggu dan mengurangi premi risiko pasokan jangka pendek," kata Mark Schaefer, direktur di perusahaan pialang Liquidity Energy. 

Baca Juga: Trump: Iran dan Oman Tak Akan Mengendalikan Selat Hormuz, Kesepakatan Sulit Tercapai

Kontrak berjangka Brent Juli telah naik 3,6% pada sesi sebelumnya setelah AS melakukan serangan baru di Iran, yang merusak harapan yang meningkat selama akhir pekan bahwa Washington dan Teheran akan mencapai kesepakatan damai. 

Israel meningkatkan pemboman di Lebanon pada hari Selasa, semakin memperburuk upaya perdamaian. Setelah gencatan senjata pada bulan April dalam konflik yang berlangsung selama tiga bulan, kedua pihak mengindikasikan bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam pembicaraan menuju pembukaan kembali selat tersebut.

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah mengurangi pasokan minyak Timur Tengah lebih dari 14 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional. Sebagai tanda melemahnya permintaan, dua maskapai penerbangan terbesar di India secara drastis memangkas penerbangan domestik yang direncanakan untuk bulan Juni dan Juli, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Di AS, persediaan minyak mentah turun sebesar 2,8 juta barel minggu lalu, penurunan selama enam minggu berturut-turut, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute. 

Persediaan bensin turun sebesar 3,2 juta barel, sementara persediaan distilat naik sebesar 1,1 juta barel dibandingkan dengan minggu sebelumnya, kata sumber tersebut.


Tag


TERBARU

[X]
×