Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih berada di level satu digit pada Senin (17/8/2026), meski sedikit meningkat dibandingkan akhir pekan. Kondisi ini terjadi di tengah kebuntuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters berdasarkan data awal pelayaran yang dirilis Selasa (18/8), sebanyak enam kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Senin. Tiga kapal keluar dari kawasan Teluk, sementara tiga lainnya masuk ke kawasan tersebut.
Baca Juga: Yield Obligasi AS Melonjak, Harga Minyak Naik Saat Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan jumlah tersebut masih jauh di bawah rata-rata 10 hari yang mencapai 11 kapal per hari.
Sebagai perbandingan, hanya tiga kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu dan dua kapal pada Minggu.
Tidak ada kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) maupun kapal pengangkut gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang tercatat melintasi selat tersebut pada Senin.
Namun, Kpler mencatat sejumlah kapal kemungkinan tetap melintasi Selat Hormuz dengan mematikan transponder atau sistem pelacaknya. Kapal-kapal tersebut tidak masuk dalam perhitungan data.
Baca Juga: Laba BHP Lampaui Ekspektasi, Harga Tembaga Dorong Kinerja & Dividen Tertinggi 4 Tahun
Kapal Gas Masuk ke Teluk
Data Kpler menunjukkan kapal pengangkut gas berukuran sangat besar atau very large gas carrier (VLGC) Xavia memasuki Selat Hormuz melalui rute Iran dalam kondisi ballast, atau tanpa membawa muatan.
VLGC umumnya digunakan untuk mengangkut gas petroleum cair (LPG), seperti propana dan butana.
Selain Xavia, sebuah kapal tanker bahan bakar berukuran medium dan tanker intermediate-range juga tercatat memasuki kawasan Teluk.
Sementara itu, tiga kapal tercatat keluar dari kawasan Teluk, yakni kapal pengangkut LPG berukuran medium, kapal bulk carrier berukuran Panamax, serta tanker bahan bakar berukuran Panamax.
Baca Juga: COO FIFA Kevin Lamour Pergi Usai Kritik Rencana Gianni Infantino
Terbatasnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menjadi perhatian pasar energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia.
Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi, terutama jika kebuntuan negosiasi AS-Iran berlanjut dan aktivitas pelayaran tetap terbatas.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
