Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti pada Senin (20/4/2026), dengan hanya tiga kapal yang tercatat melintas dalam rentang 12 jam terakhir.
Data pelayaran menunjukkan bahwa sebuah kapal tanker produk minyak bernama Nero keluar dari kawasan Teluk dan melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut diketahui berada di bawah sanksi Inggris terkait aktivitas pengangkutan minyak Rusia.
Selain itu, dua kapal lain juga tercatat melintas secara terpisah menuju kawasan Teluk melalui jalur strategis tersebut. Keduanya adalah kapal tanker kimia dan kapal tanker gas petroleum cair atau LPG.
Salah satu kapal LPG yang melintas adalah Axon I, yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat terkait aktivitas perdagangan dengan Iran.
Baca Juga: Calon Ketua The Fed Kevin Warsh Punya Banyak Gagasan Besar, Ini Daftarnya
Minimnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz mencerminkan masih tingginya risiko keamanan di kawasan, terutama setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi rapuh.
Ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat menyatakan telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang berupaya menembus blokade. Sebagai respons, Iran berjanji akan melakukan pembalasan dan untuk sementara menolak bergabung dalam pembicaraan damai baru.
Broker kapal global Clarksons menilai situasi saat ini masih penuh ketidakpastian. Dalam catatannya, Clarksons menyebut beberapa pekan terakhir diwarnai berbagai upaya perdamaian yang gagal mencapai hasil nyata.
Menurut Clarksons, peluang tercapainya solusi tetap ada, tetapi waktu untuk memperoleh terobosan yang berkelanjutan masih sangat sulit diprediksi.













