kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Di Tengah Konflik, India Klaim Iran Izinkan Kapal Tankernya Lewat Hormuz


Kamis, 12 Maret 2026 / 16:29 WIB
Di Tengah Konflik, India Klaim Iran Izinkan Kapal Tankernya Lewat Hormuz
ILUSTRASI. Kapal tanker di Selat Hormuz (REUTERS/Hamad I Mohammed)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Ketegangan di jalur energi global Selat Hormuz memunculkan kabar baru.

Pemerintah India menyebut Iran akan mengizinkan kapal tanker berbendera India melintasi selat tersebut, jalur vital yang dilalui sekitar 40% impor minyak mentah India. 

Namun, sumber dari Iran membantah adanya kesepakatan resmi terkait hal itu.

Seorang sumber pemerintah India mengatakan jaminan jalur aman diberikan setelah Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Selasa malam.

Baca Juga: Iran Sita Kapal Tanker Kargo Petrokimia di Teluk Persia

Menurut sumber tersebut, dua kapal tanker berbendera asing yang diyakini menuju India telah berhasil melintasi selat dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya jelas.

“Situasinya masih tidak pasti, dan belum jelas bagaimana instruksi tersebut diterapkan di berbagai tingkat pemerintahan Iran,” kata sumber India yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Di sisi lain, sumber Iran di luar negeri membantah bahwa ada kesepakatan khusus yang menjamin pelayaran aman bagi kapal-kapal India. Kementerian Luar Negeri India maupun Kedutaan Besar Iran di New Delhi juga belum memberikan komentar resmi.

Dalam pernyataan terpisah setelah percakapan kedua menteri luar negeri, Kementerian Luar Negeri Iran justru menyalahkan Amerika Serikat atas meningkatnya risiko pelayaran di kawasan Teluk Persia. Namun, pernyataan tersebut tidak menyinggung adanya izin khusus bagi kapal India.

Baca Juga: Iran Kembali Serang Tanker Berbendera Marshall Islands di Selat Hormuz

Pemerintah India mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 28 kapal berbendera India yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz, baik di sisi timur maupun barat. Kapal-kapal tersebut membawa 778 pelaut India.

Kementerian Perminyakan India menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para awak kapal.

“Pihak berwenang, pengelola kapal, dan agen perekrutan berkoordinasi erat dengan kedutaan besar India serta otoritas setempat untuk memastikan keselamatan pelaut India,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Serangan Kapal Memicu Kekhawatiran

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meletus pada akhir Februari. Sejak saat itu, Iran dilaporkan telah menyerang sedikitnya 16 kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pada Rabu, sebuah kapal Thailand yang sedang menuju pelabuhan Kandla di India barat juga diserang di selat itu. Insiden tersebut memicu protes keras dari New Delhi.

“India menyesalkan fakta bahwa pelayaran komersial menjadi sasaran serangan militer dalam konflik yang sedang berlangsung,” kata Kementerian Luar Negeri India. Pemerintah India juga menyebut ada warga negaranya yang tewas dalam insiden tersebut.

Baca Juga: AS Tembak Jatuh Drone Iran Dekat Kapal Induk Abraham Lincoln, Harga Minyak Melonjak

Teheran sebelumnya memperingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan dapat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga hampir US$ 200 per barel.

Ancaman gangguan di Selat Hormuz, salah satu jalur minyak tersibuk di dunia, mendorong India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, mulai mencari pasokan alternatif. Salah satunya dengan meningkatkan pembelian minyak dari Rusia.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik jika jalur pengiriman di Teluk Persia semakin terganggu akibat konflik yang terus memanas.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×