kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.858   33,00   0,19%
  • IDX 6.461   59,51   0,93%
  • KOMPAS100 834   4,68   0,56%
  • LQ45 634   2,21   0,35%
  • ISSI 227   4,22   1,90%
  • IDX30 355   1,11   0,31%
  • IDXHIDIV20 431   0,98   0,23%
  • IDX80 95   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,81   0,68%
  • IDXQ30 112   0,25   0,22%

Saudi Aramco Tawarkan Minyak Mentah di Luar Selat Hormuz ke Pembeli Asia


Selasa, 18 Agustus 2026 / 09:01 WIB
Saudi Aramco Tawarkan Minyak Mentah di Luar Selat Hormuz ke Pembeli Asia
ILUSTRASI. SAUDI ARAMCO-RESULTS/ (REUTERS/Danielle Villasana)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - Saudi Aramco menawarkan minyak mentah yang berada di luar Selat Hormuz kepada sejumlah perusahaan kilang di Asia melalui negosiasi secara privat. Langkah ini dilakukan di tengah gangguan berkepanjangan pada jalur pelayaran strategis tersebut.

Dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters, strategi Aramco tersebut serupa dengan langkah yang dilakukan Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) dari Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam langkah yang terbilang jarang dilakukan, Aramco tengah bernegosiasi dengan sejumlah pembeli untuk memasok minyak mentah Arab Medium dan Arab Heavy melalui skema ship-to-ship (STS) atau pemindahan muatan dari kapal ke kapal di perairan lepas Fujairah, UEA.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Pasar Global Dibayangi Risiko Perang

Salah satu sumber mengatakan kargo tersebut dijadwalkan untuk pemuatan pada September. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana Aramco memindahkan kargo minyaknya hingga ke Fujairah.

Penawaran tersebut menjadi indikasi terbaru bahwa pasokan minyak mentah mulai mencari jalur alternatif untuk menghindari gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.

Aramco menolak berkomentar mengenai informasi tersebut.

Aramco Cari Jalur Alternatif

Sejak perang Iran dimulai, Aramco juga telah mengalihkan ekspor minyak mentah Arab Light ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Perusahaan tersebut sebelumnya juga menawarkan minyak jenis yang sama dari pelabuhan Mediterania Sidi Kerir, Mesir, setelah serangkaian serangan di Laut Merah yang dilakukan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Selasa (18/8) Pagi, Brent ke US$91,14 dan WTI ke US$85,04

Gangguan pasokan melalui Selat Hormuz dan Laut Merah akibat perang AS-Israel terhadap Iran serta serangan terhadap kapal oleh kelompok Houthi Yaman telah menekan pangsa pasar Aramco di sejumlah negara konsumen utama, termasuk India.

Sebaliknya, pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk ke perairan di luar Selat Hormuz secara berkelanjutan telah membantu meningkatkan penjualan minyak UEA.

ADNOC dilaporkan telah menjual lebih dari 100 juta barel minyak melalui mekanisme tender dengan strategi tersebut.

Bagi perusahaan kilang di Asia, skema ini memungkinkan mereka menerima minyak mentah tanpa harus mengirim kapal tanker sendiri melewati Selat Hormuz.

Kekhawatiran terhadap keamanan di jalur tersebut membuat banyak pemilik kapal enggan melintasinya.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko pasokan dan biaya pengiriman bagi pembeli minyak di Asia.

Baca Juga: Perusahaan Kripto Trump Gandeng Platform AI yang Gunakan Teknologi China




TERBARU

[X]
×