kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Saudi Aramco Tawarkan Minyak Mentah di Luar Selat Hormuz ke Pembeli di Asia


Selasa, 18 Agustus 2026 / 04:03 WIB
Saudi Aramco Tawarkan Minyak Mentah di Luar Selat Hormuz ke Pembeli di Asia
ILUSTRASI. Saudi Aramco sedang menawarkan minyak mentah dari lokasi di luar Selat Hormuz kepada sejumlah kilang minyak Asia melalui negosiasi tertutup (REUTERS/Danielle Villasana)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Saudi Aramco sedang menawarkan minyak mentah dari lokasi di luar Selat Hormuz kepada sejumlah kilang minyak Asia melalui negosiasi tertutup, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin. Strategi ini serupa dengan langkah yang diambil oleh Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) milik Uni Emirat Arab.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Aramco sedang berdiskusi dengan para pembeli untuk memasok minyak mentah jenis Arab Medium dan Arab Heavy melalui transfer antar-kapal (*ship-to-ship* atau STS) di lepas pantai Fujairah, UEA, kata sumber-sumber tersebut. 

Salah satu sumber menyebutkan bahwa kargo-kargo tersebut dijadwalkan untuk pemuatan bulan September. 

Belum diketahui secara pasti bagaimana Aramco memindahkan kargo-kargonya ke Fujairah. 

Baca Juga: Kepala Ekonom Bank Rusia Dipecat: Sebut Rusia Kalah dari Barat, China Hingga Ukraina

Penawaran ini merupakan tanda terbaru bahwa pasokan minyak mentah mulai menemukan jalur alternatif di tengah gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.

Aramco menolak berkomentar. Aramco juga telah mengalihkan pasokan minyak mentah Arab Light ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk tujuan ekspor sejak konflik yang melibatkan Iran bermula, serta menawarkan jenis minyak yang sama dari pelabuhan Sidi Kerir di pesisir Mediterania Mesir menyusul serangan di Laut Merah oleh kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran. 

Gangguan pasokan dari Selat Hormuz dan Laut Merah—akibat konflik AS-Israel dengan Iran serta serangan terhadap kapal-kapal oleh kelompok Houthi Yaman—telah membatasi pangsa pasar Aramco di pasar-pasar konsumen utama seperti India. 

Sebaliknya, pengiriman minyak mentah yang terus berlanjut dari dalam kawasan Teluk ke perairan di luar Selat Hormuz telah membantu meningkatkan penjualan minyak UEA, di mana ADNOC berhasil menjual lebih dari 100 juta barel melalui mekanisme tender. 

Pengaturan tersebut memungkinkan kilang-kilang minyak di Asia menerima minyak mentah tanpa harus mengirimkan kapal tanker mereka sendiri melintasi selat tersebut, yang mana kekhawatiran terkait keamanan telah membuat banyak pemilik kapal enggan melintasinya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×