kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Serangan Houthi ke Kapal Tanker Saudi Picu Kenaikan Harga Minyak Tembus US$ 80


Rabu, 05 Agustus 2026 / 20:05 WIB
Serangan Houthi ke Kapal Tanker Saudi Picu Kenaikan Harga Minyak Tembus US$ 80
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak dunia menguat pada Rabu (5/8/2026) setelah kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan mengurangi harapan akan adanya deeskalasi konflik yang sebelumnya diharapkan dapat memulihkan arus pelayaran serta distribusi minyak kawasan tersebut.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka naik 81 sen atau 1,02% menjadi US$ 80,17 per barel pada pukul 19.00 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat 34 sen atau 0,45% menjadi US$ 76,11 per barel.

Baca Juga: Lapangan Kerja AS Melambat, Data ADP Juli Hanya Tambah 44.000 Pekerjaan

Kelompok Houthi menyatakan telah meluncurkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker minyak Saudi di lepas pantai Yanbu, salah satu pelabuhan utama ekspor minyak mentah Arab Saudi. Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan laporan serangan tersebut menjadi faktor pendorong kenaikan harga minyak pada perdagangan Rabu. Hingga berita ini ditulis, otoritas Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung terkait klaim tersebut.

Kabar serangan itu membuat pelaku pasar kembali berhati-hati setelah sebelumnya muncul harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda. Qatar pada Selasa menyatakan bahwa para mediator telah mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri perang, yang sempat mendorong harga minyak turun sekitar 5% dan membuat harga Brent ditutup di bawah level US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Di sisi lain, Iran membantah adanya pembicaraan damai yang sedang berlangsung, berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut adanya proses negosiasi.

"Meski premi risiko geopolitik langsung telah berkurang, gambaran pasokan secara keseluruhan masih memerlukan kehati-hatian," ujar Priyanka Sachdeva, Kepala Riset Pasar di Phillip Nova.

Sebelum konflik berlangsung, sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global diketahui melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi dunia.

Analis IG dalam catatannya menyebut salah satu persoalan utama dalam konflik tersebut adalah apakah Iran akan tetap menuntut tingkat kendali tertentu atas jalur perairan tersebut, serta apakah Amerika Serikat akan mempertahankan sikap menolak tuntutan tersebut.

Baca Juga: Disney dan TikTok Teken Kesepakatan Berbagi Konten Video Berdurasi Pendek

Dari sisi pasokan Amerika Serikat, stok minyak mentah dan bensin dilaporkan meningkat pada pekan lalu, sementara persediaan produk distilat mengalami penurunan. Data tersebut mengacu pada informasi dari American Petroleum Institute (API) yang dikutip oleh sejumlah sumber pasar.

Persediaan minyak mentah AS naik sekitar 2,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 31 Juli.

Sementara itu, di kawasan Asia, China kembali melonggarkan pengendalian ekspor bahan bakar pada Agustus, sebuah langkah yang berpotensi memengaruhi dinamika pasokan energi global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×