kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.923   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.374   23,27   0,37%
  • KOMPAS100 840   4,58   0,55%
  • LQ45 636   2,46   0,39%
  • ISSI 220   0,24   0,11%
  • IDX30 357   1,08   0,30%
  • IDXHIDIV20 435   0,61   0,14%
  • IDX80 96   0,49   0,51%
  • IDXV30 120   0,12   0,10%
  • IDXQ30 114   0,17   0,15%

Harga Emas Naik 4 Hari Beruntun Kamis (6/8), Sentuh Level Tertinggi dalam 7 Pekan


Kamis, 06 Agustus 2026 / 08:08 WIB
Harga Emas Naik 4 Hari Beruntun Kamis (6/8), Sentuh Level Tertinggi dalam 7 Pekan
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis (6/8/2026) dan menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan.

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah meningkatnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Mahkamah Agung Batalkan Tarif Trump, Pemerintah AS Kembalikan US$ 100 Miliar

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1% menjadi US$ 4.285,69 per ons troi pada pukul 00.35 GMT.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 18 Juni 2026, setelah sehari sebelumnya emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari.

Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 0,9% menjadi US$ 4.345,50 per ons troi.

Penguatan emas didukung oleh pelemahan indeks dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Dolar yang lebih lemah membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Baca Juga: Resmi Berganti, Arab Saudi Kuasai EA Sports dengan Modal Hampir Rp 1.000 Triliun

Sentimen pasar juga didorong oleh kabar mengenai usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk mengakhiri konflik selama lima bulan antara Iran dan AS.

Berdasarkan sumber Reuters, kesepakatan tersebut akan memberikan Iran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz, sebagai salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Teheran.

Optimisme terhadap perkembangan tersebut turut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan sekitar 55%, turun dari 67% dua hari sebelumnya.

Emas cenderung diuntungkan ketika suku bunga lebih rendah karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (yield), sehingga menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbunga.

Baca Juga: Meta Akui Model AI-nya Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Uji Keamanan Siber

Meski demikian, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan bank sentral masih terbuka terhadap kemungkinan menaikkan suku bunga acuan jika inflasi di AS tetap berada pada tingkat yang terlalu tinggi.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) AS periode Juli yang dijadwalkan terbit pada Jumat (7/8), sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed.

Sebelumnya, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Juli. Penambahan tenaga kerja hanya mencapai 44.000 orang, lebih rendah dibandingkan kenaikan 95.000 orang pada Juni yang telah direvisi turun.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,4% menjadi US$ 62,34 per ons troi, platinum menguat 0,8% menjadi US$ 1.750,15, dan paladium bertambah 1% menjadi US$ 1.377,00 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×