Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan anjlok lebih dari 6% pada perdagangan Kamis (2/7/2026), dipimpin aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor.
Kekhawatiran terhadap potensi kelebihan kapasitas komputasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memicu aksi ambil untung di sektor teknologi global.
Baca Juga: Australia Catat Defisit Perdagangan Terbesar Sejak 2015 pada Mei, Apa Penyebabnya?
Melansir Reuters hingga pukul 01.03 GMT, indeks acuan KOSPI merosot 519,03 poin atau 6,25% menjadi 7.784,38.
Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange mengaktifkan mekanisme sidecar, yakni penghentian sementara perdagangan program (program selling) untuk meredam volatilitas pasar.
Tekanan terbesar datang dari saham produsen cip.
Saham Samsung Electronics anjlok 7,71% dan SK Hynix merosot 9,34%.
Sebaliknya, saham produsen baterai kendaraan listrik LG Energy Solution masih mampu menguat tipis 0,43%.
Baca Juga: Bitcoin-Ethereum Kehilangan Momentum, Citi Turunkan Proyeksi 12 Bulan
Sentimen negatif dipicu oleh pengumuman Meta Platforms yang tengah membangun bisnis layanan komputasi awan (cloud) untuk menjual kelebihan kapasitas komputasi AI miliknya.
Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa investasi besar-besaran di sektor AI berpotensi menciptakan kelebihan pasokan kapasitas komputasi.
Di sektor otomotif, saham Hyundai Motor turun 4,10%, sedangkan Kia Corp melemah 0,99%.
Sementara itu, saham produsen baja POSCO Holdings terkoreksi 1,90%, sedangkan perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics menguat tipis 0,21%.
Dari total 912 saham yang diperdagangkan di Bursa Korea, sebanyak 613 saham melemah, sementara 277 saham berhasil menguat.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai 3,17 triliun won, memperbesar tekanan terhadap pasar saham Korea Selatan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Menguat, Data Tenaga Kerja AS yang Lemah Redam Tekanan Suku Bunga
Di pasar valuta asing, nilai tukar won Korea Selatan melemah 0,23% menjadi 1.554,8 won per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.551,2 won.
Sepanjang tahun ini, indeks KOSPI masih membukukan kenaikan sekitar 84,72%, sedangkan won telah melemah 7,4% terhadap dolar AS.
Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun naik 0,10 poin menjadi 103,02.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun 1,9 basis poin menjadi 3,768%, sementara yield obligasi acuan tenor 10 tahun naik 3,8 basis poin ke level 4,195%.














