kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Korea Utara Kembali Uji Rudal Balistik Jelang Latihan Militer AS-Korea Selatan


Rabu, 12 Agustus 2026 / 16:19 WIB
Korea Utara Kembali Uji Rudal Balistik Jelang Latihan Militer AS-Korea Selatan
ILUSTRASI. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timur Semenanjung Korea pada Rabu (12/8/2026). (via REUTERS/KCNA)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timur Semenanjung Korea pada Rabu (12/8/2026). Peluncuran tersebut dilakukan hanya beberapa hari sebelum Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer gabungan yang telah lama dikecam Pyongyang.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara, sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Peluncuran ini terjadi enam hari setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik lain dari wilayah yang sama.

Latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS, yang dikenal dengan nama Ulchi Freedom Shield, dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus 2026. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menghadapi perkembangan kemampuan nuklir dan persenjataan Korea Utara.

Peneliti senior Korea Institute for National Unification di Seoul, Hong Min, menilai peluncuran rudal tersebut kemungkinan merupakan bagian dari agenda pengembangan persenjataan Korea Utara yang telah direncanakan.

Namun, menurut dia, waktu peluncuran juga dapat dipilih secara sengaja untuk mengirimkan pesan politik menjelang latihan militer AS dan Korea Selatan.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (12/8), Saham Korea Selatan Naik 3,7% Jelang Data Inflasi AS

"Meski itu merupakan uji coba senjata yang sedang dikembangkan, memilih kapan melakukan uji coba tersebut membutuhkan keputusan politik," kata Hong.

Hingga Rabu sore, belum ada pernyataan resmi dari Korea Utara mengenai peluncuran rudal dari Wonsan tersebut. Namun, Pyongyang pada hari yang sama mengkritik ambisi nuklir Korea Selatan dan Jepang.

Korea Utara Telah 11 Kali Uji Rudal Balistik pada 2026

Korea Selatan mengatakan Korea Utara juga meluncurkan rudal balistik dari Wonsan pada 6 Agustus 2026. Namun, Pyongyang tidak memberitakan peluncuran tersebut melalui media pemerintah.

Hong memperkirakan uji coba pada 6 Agustus kemungkinan tidak mencapai sasaran yang diinginkan.

Rangkaian uji coba persenjataan Korea Utara sepanjang tahun ini mencakup rudal balistik jarak pendek, roket artileri, serta berbagai jenis senjata taktis lainnya.

Berdasarkan penilaian Korea Selatan, peluncuran pada Rabu merupakan uji coba rudal balistik yang diduga sebagai yang ke-11 dilakukan Korea Utara sepanjang 2026.

Otoritas pertahanan Korea Selatan dan Jepang memperkirakan rudal tersebut terbang sekitar 700 kilometer.

JCS Korea Selatan belum mengategorikan rudal itu sebagai rudal balistik jarak pendek. Otoritas terkait masih melakukan analisis lebih mendalam untuk menentukan jenis rudal yang digunakan.

Ketidakjelasan tersebut membuka kemungkinan bahwa rudal yang diluncurkan merupakan jenis persenjataan lain. Secara umum, rudal balistik dengan jangkauan antara 300 kilometer hingga 1.000 kilometer dikategorikan sebagai rudal jarak pendek.

Hong mengatakan jarak tempuh, lintasan, dan lokasi peluncuran menunjukkan kemungkinan rudal tersebut merupakan jenis rudal hipersonik. Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan rudal tersebut merupakan rudal yang diluncurkan dari kapal selam.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Rabu (12/8), Saham BHP dan CBA Jadi Beban

Korea Selatan dan Jepang Kecam Peluncuran

Korea Selatan dan Jepang langsung mengecam peluncuran rudal terbaru Korea Utara.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan Tokyo telah menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik di Kedutaan Besar Jepang di Beijing.

"Jepang menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik di Kedutaan Besar Jepang di Beijing dan mengecam keras tindakan tersebut," kata Koizumi kepada wartawan.

Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan juga menggelar rapat darurat. Pemerintah Seoul menyatakan keprihatinan atas berlanjutnya peluncuran rudal balistik Korea Utara setelah uji coba pada 6 Agustus.

Seoul mendesak Pyongyang menghentikan tindakan provokatif yang dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Militer Korea Selatan juga menyatakan tetap mempertahankan kesiapsiagaan untuk memberikan respons "secara luar biasa" terhadap setiap provokasi berdasarkan postur pertahanan gabungan dengan AS.

Komando Indo-Pasifik AS mengatakan pihaknya terus melakukan konsultasi erat dengan sekutu dan mitra. Berdasarkan penilaian awal, peluncuran rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel maupun wilayah AS atau sekutunya.

Korea Utara Soroti Rencana Kapal Selam Nuklir Korea Selatan

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat ketika Korea Utara juga menyoroti rencana Korea Selatan mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang menangani urusan Korea Selatan mengatakan rencana tersebut berpotensi meningkatkan ketidakstabilan di kawasan dan menjadi "tantangan serius" terhadap keamanan Korea Utara.

Menurut pernyataan tersebut, Pyongyang membutuhkan kemampuan untuk menghadapi pergerakan militer negara-negara lawannya melalui serangan balasan yang membuat "kelangsungan hidup dan pemulihan mereka menjadi mustahil".

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pyongyang tetap menempatkan pengembangan kemampuan militer dan strategi pencegahan sebagai bagian penting dalam menghadapi Korea Selatan dan AS.

Baca Juga: Saham Eropa Stabil, Harga Minyak Naik Jelang Rilis Data CPI AS

Dalam komentar terpisah, kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, menuduh Jepang berupaya mengembangkan senjata nuklir dengan kedok penggunaan energi atom untuk tujuan damai.

KCNA mengaitkan tuduhan tersebut dengan program tenaga nuklir Jepang serta perdebatan di kalangan politisi Jepang mengenai kemungkinan pengembangan persenjataan nuklir.

Rudal Korea Utara Disebut Digunakan Rusia

Perkembangan tersebut terjadi di tengah perhatian internasional terhadap kerja sama militer Korea Utara dan Rusia.

Pada Selasa (11/8/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Rusia menggunakan rudal balistik Korea Utara dalam serangan yang menewaskan tujuh pekerja di sebuah pabrik baja di Kota Zaporizhzhia, Ukraina bagian tenggara.

Tuduhan tersebut menambah sorotan terhadap peran persenjataan Korea Utara dalam konflik Rusia-Ukraina, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan rudal Pyongyang memiliki implikasi yang lebih luas di luar Semenanjung Korea.

Peluncuran terbaru Korea Utara kini menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Ulchi Freedom Shield. Latihan gabungan AS dan Korea Selatan tersebut berpotensi kembali meningkatkan ketegangan dengan Pyongyang, yang selama ini menganggap latihan militer kedua negara sebagai ancaman terhadap keamanannya.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×