kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Korea Utara Uji Coba Campuran Rudal Canggih: Seoul Terancam, Perbatasan Makin Panas


Rabu, 27 Mei 2026 / 05:56 WIB
Korea Utara Uji Coba Campuran Rudal Canggih: Seoul Terancam, Perbatasan Makin Panas
ILUSTRASI. Korea Utara, Kim Jong Un awasi uji coba campuran rudal balistik, roket artileri dan rudah jelajah


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara telah menguji coba campuran rudal balistik taktis, roket artileri, dan rudal jelajah presisi yang dirancang untuk peperangan modern dengan aplikasi tempur yang ditingkatkan di bawah pengawasan pemimpin Kim Jong Un. Hal tersebut diungkapkan kantor berita Korea Utara KCNA pada Rabu (27/5/2026) seperti dikutip dari Reuters.

Setelah memajukan pengembangan serangkaian rudal balistik jarak jauh dan kemampuan senjata nuklir, Korea Utara terus meningkatkan persenjataan taktis dan konvensionalnya, dan berjanji untuk mengerahkan persenjataan tersebut di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.

Uji coba tersebut menilai kekuatan "hulu ledak misi khusus" pada rudal balistik taktis, keandalan roket artileri jarak jauh multi-peluncuran, dan akurasi rudal jelajah taktis yang dipandu AI, kata KCNA.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Melesat Dekati US$ 100: Serangan AS di Iran Picu Ketegangan Baru

Uji coba tersebut menunjukkan bahwa senjata dan sistem peluncuran otomatis telah berhasil ditingkatkan agar "sesuai dengan kondisi peperangan modern sehingga dapat meningkatkan penerapannya dalam pertempuran," KCNA mengutip pernyataan Kim Jong Un.

Uji coba tersebut khususnya mengkonfirmasi kesiapan tempur rudal jelajah yang akan ditempatkan di unit artileri dekat perbatasan dengan Korea Selatan, yang dilengkapi dengan navigasi presisi dan kendali berbasis AI yang dapat menyerang target pada jarak 100 km (62 mil), kata Kim.

Seoul, ibu kota Korea Selatan yang padat penduduk, berada dalam jarak 100 km dari perbatasan Zona Demiliterisasi dengan Korea Utara, yang menyebut Korea Selatan sebagai "musuh utama" dan menolak kebijakan penyatuan di masa depan.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Hasil Medical Check-Up Sempurna, Ini Pernyataannya

Korea Utara telah memasok Rusia dengan rudal balistik dan roket artileri sejak akhir tahun 2023 yang digunakan oleh Moskow dalam perang melawan Ukraina. Penggunaan senjata-senjata tersebut diyakini telah memberikan data medan perang yang berharga bagi persenjataan Pyongyang.

Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka mendeteksi peluncuran beberapa proyektil, termasuk rudal balistik.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×