Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Korea Utara menembakkan rudal yang diduga sebagai rudal balistik, kata Jepang pada Minggu (19/4/2026). Insiden ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian peluncuran yang dilakukan Pyongyang untuk mempercepat upaya meningkatkan kemampuan militernya.
Melansir Reuters, kejadian tersebut merupakan peluncuran rudal balistik ketujuh Korea Utara sepanjang tahun ini, serta yang keempat hanya dalam bulan April.
“Ketika Amerika Serikat sedang fokus pada Iran, Korea Utara melihat ini sebagai waktu emas untuk meningkatkan kekuatan nuklir dan kemampuan rudalnya,” kata Lim Eul-chul, seorang profesor di Universitas Kyungnam.
Uji coba semacam itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang program rudal Korea Utara. Namun, Pyongyang menolak larangan PBB tersebut dan menyatakan aturan itu melanggar hak kedaulatannya untuk membela diri.
Baca Juga: Iran Kembali Ketatkan Kendali Selat Hormuz, Ini Pesan Keras Terbaru dari Teheran
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan kepada wartawan bahwa peluncuran tersebut dilakukan beberapa kali dan tampaknya jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Militer Korea Selatan menyatakan rudal balistik itu terbang ke arah timur, menurut laporan Kantor Berita Yonhap, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Tonton: Breaking News! 49 Negara Eropa Bersatu Hadapi Inflasi Akibat Konflik Selat Hormuz
Kementerian Pertahanan Korea Selatan tidak segera menanggapi permintaan komentar.













