kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Iran Kembali Ketatkan Kendali Selat Hormuz, Ini Pesan Keras Terbaru dari Teheran


Minggu, 19 April 2026 / 04:08 WIB
Iran Kembali Ketatkan Kendali Selat Hormuz, Ini Pesan Keras Terbaru dari Teheran
ILUSTRASI. Iran tiba-tiba kembali ketatkan kendali Selat Hormuz. Trump menegaskan Teheran tidak bisa memeras AS dengan menutup jalur pelayaran itu. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran mengatakan pada Sabtu (18/4/2026) bahwa mereka memperketat kendali atas Selat Hormuz. Iran juga memperingatkan para pelaut bahwa jalur energi vital tersebut kembali ditutup. 

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Teheran tidak bisa memeras Amerika Serikat dengan menutup jalur pelayaran itu.

Melansir Reuters, Teheran menyebut langkah tersebut sebagai respons atas blokade berkelanjutan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang mereka nilai sebagai pelanggaran gencatan senjata. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan angkatan laut Iran siap memberikan “kekalahan pahit baru” kepada musuh-musuhnya.

Sumber-sumber pelayaran mengatakan sedikitnya dua kapal melaporkan terkena tembakan dan mengalami kerusakan saat mencoba melintasi jalur tersebut. India kemudian menyatakan bahwa pihaknya memanggil duta besar Iran di New Delhi dan menyampaikan kekhawatiran mendalam karena dua kapal berbendera India dilaporkan terkena tembakan di selat tersebut.

Media pemerintah Iran mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (Supreme National Security Council/SNSC) yang menyebut kendali Iran atas Selat Hormuz mencakup tuntutan pembayaran biaya terkait layanan keamanan, keselamatan, serta perlindungan lingkungan.

Televisi pemerintah Iran juga mengutip SNSC yang menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan proposal baru setelah pembicaraan yang dimediasi Pakistan dalam beberapa hari terakhir. Teheran sedang mempertimbangkan usulan itu namun belum memberikan respons.

Belum terlihat adanya tanda-tanda pembicaraan langsung AS-Iran berlangsung pada akhir pekan ini, meski Trump mengatakan pada Jumat bahwa negosiasi akan dilakukan.

Baca Juga: Paus Leo Mendadak Lebih Vokal: Kecam Keras Elite Penguras Kekayaan Afrika

Ketidakpastian Konflik Iran Kembali Meningkat

Pesan keras terbaru dari Teheran menimbulkan ketidakpastian baru terkait konflik Iran, serta meningkatkan risiko terganggunya pengiriman minyak dan gas melalui selat tersebut, pada saat Washington mempertimbangkan apakah akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh.

Trump mengatakan AS sedang melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran, namun Teheran ingin kembali menutup selat tersebut. Menurutnya, Iran tidak bisa memeras AS.

Sumber keamanan maritim dan pelayaran mengatakan beberapa kapal dagang menerima pesan radio dari angkatan laut Iran yang menyebut tidak ada kapal yang diizinkan melintas, membalikkan sinyal pada Jumat bahwa lalu lintas kapal mungkin kembali normal.

Pelacak maritim sebelumnya menunjukkan konvoi delapan kapal tanker melintasi jalur sempit itu, menjadi pergerakan besar pertama sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai tujuh pekan lalu.

Beberapa jam sebelumnya, Trump sempat menyebut ada “kabar cukup baik” terkait Iran tanpa menjelaskan rinciannya. Namun ia juga menyatakan pertempuran bisa kembali pecah jika tidak ada kesepakatan damai sebelum Rabu, saat gencatan senjata dua pekan berakhir.

Iran sebelumnya mengumumkan pembukaan sementara Selat Hormuz setelah adanya kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS pada Kamis antara Israel dan Lebanon. Israel menginvasi sebagian wilayah Lebanon selatan setelah kelompok militan Hizbullah yang bersekutu dengan Iran ikut terlibat dalam pertempuran pada awal Maret.

Namun pada Sabtu, komando angkatan bersenjata Iran mengatakan lalu lintas melalui selat tersebut kembali berada di bawah kendali militer Iran yang ketat, dengan alasan pelanggaran berulang oleh AS serta tindakan “pembajakan” yang dilakukan dengan dalih blokade.

Juru bicara menyebut Iran sebelumnya menyetujui, “dengan itikad baik,” pengaturan jalur pelayaran terbatas bagi sejumlah tanker minyak dan kapal dagang setelah adanya negosiasi. Namun, tindakan AS yang terus berlanjut memaksa Teheran kembali memperketat kendali atas jalur strategis tersebut.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command) menyatakan pasukan Amerika sedang memberlakukan blokade maritim terhadap Iran, namun tidak memberikan komentar terkait langkah terbaru Iran.

Baca Juga: Tentara Prancis Tewas: Siapa Pelaku Penembakan di Lebanon Selatan?




TERBARU

[X]
×