kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Iran Kembali Ketatkan Kendali Selat Hormuz, Ini Pesan Keras Terbaru dari Teheran


Minggu, 19 April 2026 / 04:08 WIB
Iran Kembali Ketatkan Kendali Selat Hormuz, Ini Pesan Keras Terbaru dari Teheran
ILUSTRASI. Iran tiba-tiba kembali ketatkan kendali Selat Hormuz. Trump menegaskan Teheran tidak bisa memeras AS dengan menutup jalur pelayaran itu. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Republik Islam tersebut. Konflik itu menewaskan ribuan orang, meluas hingga serangan Israel di Lebanon, serta memicu lonjakan harga minyak akibat penutupan de facto Selat Hormuz.

Meski kapal-kapal mulai bergerak, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran negosiasi berikutnya. Ia menambahkan, kerangka kesepahaman harus disepakati terlebih dahulu.

Tekanan untuk mengakhiri perang semakin meningkat karena Partai Republik – partai Trump – berupaya mempertahankan mayoritas tipis di Kongres dalam pemilu sela November, di tengah harga bensin AS yang tinggi, inflasi meningkat, dan tingkat persetujuan publik terhadap Trump yang menurun.
 
“Hal utama adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Anda tidak bisa membiarkan Iran punya senjata nuklir, dan itu mengalahkan semua hal lainnya,” kata Trump pada Jumat.

Trump juga mengatakan ia bisa mengakhiri gencatan senjata dengan Iran kecuali ada kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri perang sebelum masa gencatan berakhir pada Rabu. Ia menambahkan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut.

Tidak ada tanda-tanda persiapan pembicaraan pada Sabtu pagi di Islamabad, ibu kota Pakistan, tempat perundingan tingkat tinggi AS-Iran sejak Revolusi Islam 1979 berakhir tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu.

Sumber Pakistan yang mengetahui upaya mediasi menyebut pertemuan Iran dan AS dapat menghasilkan memorandum kesepahaman awal, yang kemudian diikuti perjanjian damai komprehensif dalam 60 hari.

Tonton: Trump Klaim Deal Iran Makin Dekat, AS Siap Merebut Material Bibit Nuklir!

Secara terpisah, seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran berharap kesepakatan awal dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan.

Harga minyak turun sekitar 10% dan saham global melonjak pada Jumat karena adanya harapan lalu lintas kapal melalui selat dapat kembali normal. Meski demikian, ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di Teluk dan menunggu izin melintas, kata sumber pelayaran.

Dalam pembicaraan akhir pekan lalu, AS mengusulkan penangguhan seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, sementara Iran mengusulkan penghentian selama tiga hingga lima tahun, menurut sumber yang mengetahui usulan tersebut. Dua sumber Iran mengatakan ada tanda-tanda kompromi yang dapat mengurangi sebagian persediaan uranium.

Kepala perusahaan energi atom negara Rusia Rosatom, Alexei Likhachev, pada Sabtu mengatakan Rosatom siap membantu pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran, dan pihaknya terus memantau perkembangan pembicaraan AS-Iran.




TERBARU

[X]
×